Sejarah VOC Memonopoli Perdagangan Rempah di Palembang

INTREN.ID, PALEMBANG- Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) merupakan persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia.

Salah satunya di wilayah Nusantara Indonesia. Pada tahun 1622,1678, 1679 dan 1681 VOC melakukan perjanjian dengan Sultan Ratu dan Kesultanan Palembang.

Dilansir dari twitter @ArsioNasionalRI isi perjanjian antara VOC dengan Sultan Ratu dan Kesultanan Palembang adlaah mengenai perdagangan lada dan penempatan kapal VOC di Pelabuhan Palembang.

Sejak 1617, VOC sudah menjalin hubungan dengan Kesultanan Palembang di Sumatera Timur.

VOC bahkan membangun pos dagang (factorij) di Palembang pada tahun1619.

- ADVERTISEMENT -

Beberapa perjanjian yang dilakukan antara VOC dan Kesultanan Palembang adalah tentang hak eksklusif Palembang hanya boleh menjual lada ke VOC.

Hal Ini menjadikan VOC bisa memonopoli perdagangan rempah.

VOC juga dapat menggunakan pelabuhan Palembang untuk berdagang.

Hal itu menjadikan VOC juga kuat di bidang perdagangan tekstil. Karena selanjutnya VOC mengambil alih kontrol atas pelayaran kapal.

Namun pada tahun 1659, konflik antara Sultan dan VOC terjadi.
Akibatnya sekitar 700 orang menjadi korban. Hingga akhirnya, VOC dan Sultan merevisi kontrak kembali, dan menyebabkan monopoli lada kembali di tangan VOC.(***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.