Sayap Demokrat BMI: Gelar Konser, BPIP Lupa Arah Tugasnya?

INTREN.ID, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar konser solidaritas kemanusiaan di tengah pandemi virus corona baru Covid-19. Konser bertajuk ‘Bersatu Melawan Korona’ itu menuai sorotan dari publik.

Konser tersebut merupakan hasil kerja sama BPIP dengan MPR RI, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Indika Foundation, dan GSI Lab.

Sejumlah pihak memberi kecaman kenapa konser digelar di tengah masa pandemi. Salah satunya Bintang Muda Indonesia (BMI), salah satu organisasi sayap Partai Demokrat. BMI menilai anggaran untuk konser bisa dialihkan buat masyarakat dalam bentuk sembako

Sekjen BMI Pusat Andi Mardan menyatakan, selain kasihan pada rakyat atas peristiwa itu, pihaknya juga kasihan atas sikap BPIP yang lupa pada Arahnya dalam penguatan Ideologi Pancasila.

“Kami kasihan pada BPIP, belum lagi polemik pada BPIP bahwa BPIP menyebut agama musuh Pancasila. Kini BPIP tengah berupaya tidak peka pada rakyat dengan menggelar konser itu,” ujarnya.

“Kenapa pula penggalangan dana dilakukan ke rakyat yang sudah susah. Semua toh juga sudah banyak lembaga di luar negara yang mengoordinasikan. Kalau pun mau ya harusnya galang saja sumbangan besar-besaran dari elite petinggi republik ini,” tambah Andi Mardan.

- ADVERTISEMENT -

Konser yang tak dibutuhkan rakyat itu juga membuat BMI khawatir atas image para artis yang ikut hadir di Konser itu.

“Kasihan mereka padahal hanya diundang. Nanti bagaimana citra mereka di mata masyarakat kok mau menghadiri konser itu dan pejabat lain yang saya kira tertekan hadir tapi karena ewuh pakewuh pada BPIP akhirnya ikut konser,” ungkap Andi.

Kata dia, riuh suara penolakan pada konser BPIP itu terus menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Juga terlihat dari berbagai percakapan netizen di medsos.

Presiden Joko Widodo yang ikut mendirikan BPIP juga akan ikut terkena isu tak enak. Apabila BPIP yang menggelar konser seremonial ini karena presiden adalah yang mendirikan BPIP pada masa pemerintahannya.

“Harusnya Presiden RI Joko Widodo mencegah kegiatan ini. Saya khawatir akan banyak lagi langkah ugal-ugalan BPIP lainnya ke depan. Ugal-ugalan begitu gerak dan karakter BPIP selama ini,” pungkas Andi. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.