Satu Suara untuk Perubahan, Puluhan Ketua RT Sangatta Selatan dan Sangkima Deklarasi Dukung Mahyunadi-Kinsu

INTREN.ID, SANGATTA – Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu makin optimistis menatap pemilihan kepala daerah. Tidak hanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, perangkat rukun tetangga (RT) pun siap memenangkan calon nomor urut satu tersebut.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Rabu (11/11/2020) sore, sebanyak 35 ketua RT dari Desa Sangatta Selatan dan Desa Sangkima mendatangi kediaman Mahyunadi di Jalan Hidayatullah. Mereka mendeklarasikan diri untuk mendukung Mahyunadi-Kinsu. Mereka ingin perubahan. Agar Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan gotong royong.

“Insya Allah kami akan berjuang maksimal untuk memenangkan Mahyunadi-Kinsu. Kami para ketua RT sepakat adanya perubahan. Sehingga pembangunan bisa berjalan, khususnya pembangunan di seluruh RT yang berada di Sangatta Selatan dan Sangkima. Kami yakin dan percaya Mahyunadi-Kinsu bisa mewujudkan harapan kami,” kata salah seorang ketua RT.

Sebagai bukti kuat mendukung Mahyunadi-Kinsu, selain melakukan deklarasi, para ketua RT itu juga membubuhkan tanda tangan sebagai bukti dukungan dan siap memenangkan Mahyunadi-Kinsu.

Mahyunadi mengatakan, dalam rangka mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis, telah menyiapkan berbagai program. Di mana, ketua RT bertindak sebagai ujung tombak dalam pembangunan. Itu penting karena membangun Kutim harus melibatkan semua pihak.

“Insya Allah, Mahyunadi-Kinsu menyiapkan alokasi anggaran Rp 50-100 juta per RT per tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT. Nantinya, program di RT cukup dibahas di tingkat RT, sehingga pembangunan dan kegiatan bisa tepat sasaran dengan melibatan masyarakat. Ini sekaligus menumbuhkembangkan budaya gotong-royong dalam masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Mahyunadi, penataan peruntukan lahan per kecamatan juga dilakukan. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih lahan untuk peruntukan. Tak hanya itu saja, pembinaan lembaga adat, organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), olahraga, seni dan budaya harus dilaksanakan.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Anggi Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.