Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan Keluarkan Tiga Edaran Terkait Pengetatan Protokol Kesehatan

NTREN.ID, BALIKPAPAN – Menyikapi semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan mengeluarkan tiga surat edaran untuk mengetatkan protokol kesehatan pada kegiatan masyarakat serta membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa sekaligus wakil ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan menjelaskan, surat edaran pertama ditujukan kepada kepala Kantor Urusan Agama (KUA), pimpinan rumah ibadah dan masyarakat Kota Balikpapan tentang penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan akad/pemberkatan dan resepsi.

Surat edaran tersebut mengatur, dalam pelaksanaan akad/pemberkatan seluruh kepala KUA dan Pimpinan Rumah Ibadah wajib meminta setiap calon mempelai untuk melengkapi dokumen rapid test non reakif atau swab test PCR/TCM negatif.

“Kemudian diimbau pada saat ini hanya melaksanakan akad/pemberkatan nikah. Sedangkan resepsi ditunda sampai keadaan pandemi relatif lebih aman, yang akan diberitahu lebuh lanjut,” katanya.

Jika pun ada masyarakat yang sudah membuat perencanaan resepsi pernikahan dan tidak memungkinkan ditunda pelaksanaannya, agar mengatur undangan dengan pola shifting.

Surat edaran kedua ditujukan kepada pelaku tempat usaha/pengelola/penanggung jawab tempat wisata, hiburan dan fasilitas umum untuk menutup sementara kegiatan pada hari raya Natal dan Tahun Baru tepatnya tanggal 24, 25, 31 Desember serta 1 Januari 2021.

Kemudian edaran ketiga ditujukan kepada pelaku usaha/pengelola/penanggung jawab tempat dan fasilitas umum warung makan, restoran, kafe, angkringan/lapak jalanan. Mereka diingatkan kembali protokol kesehatan dan untuk jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan atau tempat yang disediakan serta menjaga jarak minimal satu meter.

“Bagi yang tidak patuh terhadap edaran ini, maka akan langsung dikenakan sanksi tegas penertiban atau penutupan sementara kegiatan. Sebab saat ini bukan lagi masa edukasi atau sosialisasi, karena sejak lama kita selalu mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan,” tandas Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi sekaligus ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan.

Rizal juga menyampaikan, Rabu (16/12/2020), kasus terkonfirmasi di Balikpapan bertambah 44 kasus, 36 kasus selesai isolasi, dan dua kasus meninggal dunia. Dari dua kasus yang meninggal, satu di antaranya adalah dokter RS Pertamina yakni dr M Fajar Nur.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan dan Satgas kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam. Satu lagi pejuang Covid-19 gugur, kita berdoa agar Allah SWT menerima ibadah beliau dan insya Allah beliau husnul khatimah,” tuturnya.

Kemudian perlu jadi kewaspadaan karena sampai hari ini, jumlah pasien suspek atau bergejala yang dirawat di rumah sakit bertambah dari 194 pada hari kemarin menjadi 219 pada hari ini.

“Kami mohon sekali masyarakat untuk disiplin tinggi menegakkan protokol kesehatan. Dan angka R0 (rasio penularan) juga tinggi pada minggu ini 1,26 dari yang sebelumnya kita di bawah 1. Ini yang harus kita terus tekan, karena angka R0 menjadi acuan kita untuk melakukan kebijakan pengetatan atau pelonggaran kegiatan masyarakat,” ungkapnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.