Sambut Kedatangan Mahyunadi, Warga Desa Sempayau Curhat soal Infrastruktur hingga Pelayanan Publik

INTREN.ID, SANGATTA – Calon Bupati Kutai Timur (Kutim) menggelar silaturahmi dengan warga Desa Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Jumat (13/11/2020) malam. Bertempat di gedung serbaguna, ratusan warga pun antusias menyambut calon pemimpin mereka.

Pada kesempatan itu, Mahyunadi yang berpasangan dengan H Lulu Kinsu pada pemilihan kepala daerah (pilkada) melakukan dialog sekaligus menyerap aspirasi warga. Berbagai aspirasi disampaikan langsung kepada calon nomor urut satu tersebut.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Momentum tersebut digunakan oleh warga yang rindu akan perubahan untuk menyampaikan aspirasinya. Persoalan infrastruktur hingga pelayanan publik menjadi “hidangan” utama aduan warga. Karena warga sudah lama menanti adanya perubahan di desa mereka.

Masalah infrastruktur disampaikan langsung oleh warga, Husain. “Di sini kami butuh listrik dan air bersih. Tentunya kehadiran Bapak Mahyunadi merupakan berkah bagi kami. Karena kami yakin di tangan Bapak Mahyunadi, akan terjadi perubahan di Kutim,” katanya.

Sementara untuk pelayanan publik, dikeluhkan Sahrin dan Reza. Keduanya sepakat bahwa Kutim butuh pemimpin yang visioner, dan mampu membuat gebrakan. “Masalah administrasi ingin dipindahkan agar enggak jauh jauh ke Sangatta atau Sangkulirang,” kata Sahrin. “Kami meminta agar ke depannya pemerintah transparan terhadap sistem pemerintahan, begitu juga anggaran,” sambung Reza.

Mahyunadi pun memastikan kepada warga Desa Sempayau bahwa pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara merata dan proporsional. Mulai dari jalan, listrik, air, hingga kebutuhan masyarakat lainnya. Hal itu dilakukan demi menjadikan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

“Program prioritas Mahyunadi-Kinsu terkait infrastruktur adalah penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, elektrifikasi listrik di semua desa, dan sambungan instalasi PDAM di semua desa. Begitu juga dengan percepatan pelabuhan dan bandara,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, dengan terpenuhi infrastruktur, konektivitas antardaerah, antarkecamatan, dan antardesa akan terhubung. Sehingga dengan sendirinya, daerah tersebut akan tumbuh. Mobilitas barang, transportasi, dan manusia akan menyebabkan daerah semakin maju.

Dijelaskan Mahyunadi, sektor pemerintahan pun akan dibenahi. Harapannya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik. Di mana, digitalisasi akan dibangun seiring dengan meningkatnya kesejahteraan aparatur pemerintah.

“Untuk mencegah terjadinya penyimpangan hingga korupsi, Mahyunadi-Kinsu akan menerapkan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan demikian, masyarakat akan diberikan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan. Begitu juga soal penganggaran, untuk mencegah terjadinya korupsi, sistem penganggaran harus dibangun agar transparan dan berorientasi pada pembangunan,” katanya.

Seiring upaya digitalisasi pada sistem pemerintahan, peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) harus direalisasikan. Sedangkan bagi tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) akan diberikan peningkatan kesejahteraan melalui standar upah minimum kabupaten (UMK).

“Tentu, reward dan punishment harus diberlakukan. Yang berprestasi diberi penghargaan, sementara yang kinerjanya buruk diberi hukuman. Itu berlaku. Sehingga pemerintahan berjalan dengan baik. Di mana orientasinya adalah melayani, bukan dilayani,” tutupnya.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Anggi Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.