Samarinda Punya Laboratorium Kesehatan Sendiri, Mampu Baca 96 Sampel PCR Hanya dalam 6 Jam

INTREN.ID, SAMARINDA – Keberadaan laboratorium kesehatan dinilai penting untuk mengantisipasi penyebaran wabah. Termasuk Covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi momok menakutkan di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Untuk itulah, Pemkot Samarinda membangun laboratorium kesehatan yang dikhususkan untuk penyakit berpotensi wabah. Dengan adanya laboratorium kesehatan, tes polymerase chain reaction (PCR) bisa dilakukan dengan cepat.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengatakan, adanya laboratorium kesehatan dibutuhkan untuk mengetahui hasil tes PCR dengan cepat.

“Saya sangat mengapresiasi keberadaan fasilitas ini. Jika biasanya sampel dibawa ke Pemprov Kaltim, kini bisa ditangani di laboratorium kesehatan ini. Bahkan infonya, 96 sampel bisa terbaca hasilnya kurang lebih 6 jam karena dilengkapi dengan PCR,” kata Jaang di sela-sela tinjauan ke UPT Laboratorium Kesehatan Kota Samarinda, di Jalan Pelita Sungai Pinang, Samarinda awal pekan lalu.

Di tengah pandemi Covid-19, Jaang berharap laboratorium kesehatan ini dapat membantu menekan angka pasien. “Insya Allah ini bisa cepat dan tahu hasilnya, khususnya yang untuk Covid-19,” beber Jaang.

Terkait status laboratorium kesehatan tersebut, Jaang menginstruksikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin untuk segera menyiapkan persyaratan yang diperlukan.

“Nanti Pak Sekda segera memroses peraturan wali kota (perwali), terlebih lagi kalau persyaratannya sudah memenuhi semua prosedur bisa segera diproses. Terutama dokumen syaratnya, baik dari segi teknis, kesehatan, segi medisnya, dan konsultasi ke kementerian,” tegasnya.

- ADVERTISEMENT -

Bahkan, Jaang meminta secepatnya diproses administrasiya. “Sebenarnya proses laboratorium kesehatan ini sudah lama. Bahkan kita bangun gedung ini sudah tiga tahun lalu. Lantai tiga ini untuk laboratorium karena ada alat PCR,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kusasih menambahkan, laboratorium kesehatan ini memang sudah menjadi cita-cita Dinas Kesehatan Samarinda.

“Laboratorium kesehatan ini merupakan bio molekuler PCR. Dan, laboratorium bio molekuler ini belum ada di Indonesia bagian tengah. Tetapi bila nanti sudah resmi beroperasi laboratorium kesehatan ini akan menjadi laboratorium bio molekuler yang pertama di Indonesia bagian tengah,” ucap Ismid.

Untuk status, kata dia, memang sebaiknya menjadi unit pelaksana teknis (UPT), kemudian ditingkatkan menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saat ini memang tujuan utama laboratorium ini untuk Covid-19, tetapi ke depannya diharapkan untuk penyakit berpotensi wabah lainnya seperti demam berdarah dan lainnya,” tutupnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Samarinda, Osa Rafshodia menambahkan, dengan adanya laboratorium kesehatan tersebut, ia menargetkan Samarinda bebas demam berdarah dalam tiga tahun ke depan.

“Covid-19 ini vaksinnya selesai Januari, tidak usah memikirkan Covid-19 lagi. Februari-Maret selesai semua disuntik, kebal semua. Terus April bagaimana? Nah ini kita punya laboratorium, jadi ini yang berkelanjutan,” tegasnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.