Salat Berjemaah di Masjid-Musala Ditiadakan, Ini Fatwa Resmi MUI Kepri

INTREN.ID BATAM – Setelah melakukan Rapat Komisi Fatwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri (Kepri) Rabu (25/3/2020), MUI akhirnya mengeluarkan fatwa, agar seluruh masyarakat muslim tidak melaksanakan salat wajib berjemaah di masjid.

Dalam rapat yang dihadiri oleh MUI Kepri, MUI Batam, dan MUI Tanjung Pinang, memberikan fatwa yang dapat diberlakukan untuk Kota Batam, Tanjung Pinang, Karimun, dan Bintan.

Fatwa tersebut mulai berlaku sejak dibacakan oleh wakil ketua MUI Kepri Bambang Maryono, yang di dampingi ketua MUI Batam Usman Ahmad, dan ketua umum MUI Tanjung Pinang, Pauzi. Pertemuan MUI itu digelar di salah satu hotel di Kota Batam.

“Ini merujuk pada Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020, tentang penyelenggaraan ibadah di tengah penyebaran virus Covid-19,” kata Bambang.

Mengacu pada hal itu, Bambang juga menyampaikan bahwa untuk sementara ini salat Jumat diganti dengan salat Zuhur yang dilaksanakan di rumah masing-masing.

Sedangkan untuk tetap menegakkan syiar Islam, MUI tetap memperbolehkan adanya murotal, tahrim, serta azan di masjid dan musala.

“Hanya saja ada perubahan sedikit untuk lafaz azan yang akan dikumandangkan oleh para muazin, seperti penambahan kalimat shollu fii rihalikum (Sebagaimana dalam hadis Ibnu Umar dalam sahih Bukhori no. 642 dan sahih Muslim no. 1633) di akhir lafaz azan,” ujarnya.

Ada juga cara lain dalam perubahan lafaz azan, yaitu mengganti kalimat hayya ala salat menjadi shollu fii buyutikum (sebagaimana dalam hadis riwayat Ibnu Abbas dalam Sahih Bukhori no. 901).

MUI juga mengimbau kepada para muslim untuk memperbanyak ibadah, tobat, istighfar, salawat, sedekah, zikir dan membaca qunut nazilah di setiap salat wajib.

“Mari senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’ wal waba’), khususnya dari wabah Covid-19,” harapannya.

Dikatakan Bambang, fatwa tersebut akan berlaku mengikuti keputusan dari pemerintah setempat, guna membantu melawan penyebaran Covid-19.

Mendekati bulan suci Ramadan, MUI akan melakukan rapat kembali untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil. mengingat masyarakat muslim terbiasa melakukan salat Tarawih secara berjemaah di masjid dan musala. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.