Saksi Dikarantina, Sidang Dugaan Korupsi Wali Kota Medan Ditunda

INTREN.ID, MEDAN – Gegara para saksi masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, sidang dugaan korupsi Wali Kota Medan nonaktif, Dzulmi Eldin ditunda. Sidang yang semestinya dihelat, Kamis (26/3/2020) ditunda hingga 14 hari ke depan.

Wabah Covid-19 alias corona memang bikin repot. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Siswandono mengatakan, sembilan saksi tak dapat hadir lantaran dikarantina.

“Memohon kepada majelis hakim, untuk sidang pada hari ini ditunda beberapa saat, dikarenakan kesembilan saksi sedang masa karantina di rumah,” kata Siswandono kepada Majelis Hakim Abdul Aziz di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor, Medan.

Para saksi yang akan dihadirkan tersebut berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. “Para saksi adalah karyawan Pemkot Medan yang saat ini sedang dalam pantauan Dinas Kesehatan,” jelasnya

Mendengar keterangan itu, hakim menyetujui dan meminta agar persidangan selanjutnya digelar berbarengan dengan sidang terdakwa Samsul Fitri, Kasubag Protokol Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkot Medan yang penuntutannya dilakukan terpisah.

“Jadi kita bareng saja dengan Samsul Fitri ya, kan itu bukan dari pihak Pemkot nanti saksinya. Lagian saksi Samsul dan Dzulmi Eldin kan sama,” pinta hakim.

- ADVERTISEMENT -

Lantas perdebatan tak terhindarkan. Penasihat hukum terdakwa Dzulmi Eldin merasa keberatan. Mereka meminta persidangan ditunda hingga Mei mendatang dengan alasan penyebaran Covid-19 sudah semakin mewabah.

Namun, hakim menyatakan bahwa dalam perkara Dzulmi Eldin masa tahanannya akan segera habis. Jika persidangan digelar Mei mendatang, maka terlalu lama.

“Tidak bisa, karena masa tahanannya (Dzulmi Eldin) akan segera habis. Bisa aja nanti ke depannya melakukan sidang online untuk menjaga sosial distensi antara saksi, terdakwa, dan jaksa,” paparnya.

Mendengarkan penyampaian hakim, penasihat hukum menghargai keputusan hakim. Di luar persidangan, Siswandono ogah membeber nama-nama sembilan saksi yang dikarantina. Yang pasti, salah satunya petinggi Pemkot Medan yang sudah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) suspect corona.

Sebelumnya, seorang saksi dalam kasus dugaan korupsi bernama Musaddad yang merupakan Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020). Musaddad meninggal akibat corona. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.