Safaruddin Inginkan Adanya Penguatan SDM di LPSK, Sarankan Buka Perekrutan Pegawai untuk Tenaga Psikolog

INTREN.ID, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berperan penting dalam melindungi saksi dan korban tindak pidana kejahatan. Itu menjadi salah satu pembahasan penting dalam rapat kerja anggaran antara Komisi III DPR RI dengan LPSK, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (25/8/2022).

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengatakan, penguatan LPSK sebagai lembaga nonkementerian harus dilakukan. Salah satunya adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) demi menunjang kerja-kerja lembaga yang saat ini diketuai Dr Hasto Atmojo Suroyo MKrim itu.

“LPSK memiliki peran penting dalam upaya penegakkan hukum di Indonesia. Saya berpikir bahwa LPSK ini harus diperkuat. Salah satunya adalah merekrut tenaga psikolog menjadi pegawai permanen. Karena selama ini, psikolog yang digunakan LPSK adalah pihak ketiga,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menambahkan, dalam sistem peradilan di Indonesia, saksi dan korban harus mendapat perlindungan. Tidak hanya perlindungan fisik yang melekat pada diri sendiri maupun anggota keluarganya saja, perlindungan secara psikologis harus diberikan. Itulah pentingnya keberadaan seorang psikolog di dalam LPSK.

“Lebih baik kita buka perekrutan untuk tenaga psikolog. Sehingga siap kapan pun dibutuhkan untuk mendampingi saksi maupun korban. Menurut saya, banyak lukusan sarjana psikologi yang bisa diberdayakan untuk bergabung sebagai pegawai di LPSK,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.