Sadis, Gadis 21 Tahun Diperkosa dan Dibunuh Napi Asimilasi Corona

Mayatnya Dibakar dan Hendak Dimutilasi, Dimasukkan Kardus Televisi

INTREN.ID, MEDAN – Narapidana (napi) yang bebas lantaran asimilasi virus corona baru (Covid-19) berulah di Deli Serdang, Sumatera Utara. Malahan, napi asimilasi bernama Jefri Lim (22) ini tega membunuh dan membakar seorang gadis yatim pekerja salon bernama Elvina (21) dengan sadis setelah memperkosanya di kamar mandi.

Pembunuhan terhadap Elvina terjadi di Komplek Cemara Asri, Deli Serdang, Rabu (6/5/2020). Kala itu rekan Jefri yang juga napi asimilasi, Michael, mengajak kekasihnya yaitu Elvina ke rumah Jefri. Di sanalah Jefri mengajak Elvina berhubungan intim di kamar mandi.

“Sesampainya di rumah, tersangka J mengajak korban ke kamar mandi untuk berhubungan badan di kamar mandi, namun ada perlawanan sehingga tersangka J mendorong dan membenturkan kepala korban hingga tidak sadarkan diri, lalu menyetubuhinya sebanyak satu kali,” kata Kapolrestabes Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, Jumat (8/5/2020).

Jefri lantas menikam dada Elvina hingga gadis malang itu tewas. Penikaman itu membuat perut Elvina sobek dan isinya terburai keluar.

Jefri memberitahu Michael bahwa dia telah membunuh korban. Lalu menyuruh untuk membeli bensin. Pelaku lalu mengambil mancis kemudian menyiramkan bensin lalu membakar korban, lantas mencoba memutilasi tubuh korban.

Jasad korban lantas dimasukkan ke dalam kardus televisi dan bakal dibuang ke Lubuk Pakam. Namun hal itu batal dilakukan setelah darah Elvina keluar berceceran dari kardus. Kardus berisi korban dikembalikan ke ruang tengah dan sisa darah sempat dibersihkan oleh ibu tersangka yakni TS (56).

- ADVERTISEMENT -

Michael kemudian diintimidasi oleh Jefri dan ibunya untuk mengakui perbuatan pembunuhan itu. Dia diminta menulis pernyataan di atas kertas lalu mencoba meminum obat nyamuk untuk menyakinkan rangkaian kejadian. Seakan Michael yang merencanakan pembunuhan itu tanpa melibatkan orang lain.

Pernyataan itulah yang awalnya diyakini sebagai pengakuan Michael yang diduga membunuh Elvina. Jefri lantas melaporkan penemuan tubuh Elvina dan Michael yang tak sadarkan diri. Dia mengaku meninggalkan kedua temannya tersebut dan terkejut ketika kembali ke rumah.

Akibat perbuatan mereka, ketiga tersangka pembunuhan sadis itu dikenakan dikenakan pasal 340 Jo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Jefri merupakan otak pelaku kasus pembunuhan tersebut, sementara Michael berperan membantu tersangka Jefri untuk melakukan eksekusi.

Sedangkan TS berperan menghilangkan barang bukti atau jejak pembunuhan yang dilakukan oleh anaknya.

Ironisnya, Jefri dan Michael merupakan mantan napi yang menerima program asimilasi Covid-19 dan dibebaskan dari lembaga permasyarakatan pada 7 April 2020.

“Keduanya merupakan mantan narapidana dengan kasus perbuatan cabul terhadap anak. Di mana, tersangka M kasusnya ditangani oleh Polrestabes Medan, dan tersangka J ditangani oleh Polda Sumut,” beber Johnny. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.