Sadis, Begini Cara Kim Jong-un Menghukum Mati

INTREN.ID, PYONGYANG – Seluruh dunia tahu seperti apa kengerian dan kekejian Kim Jong-un. Pemimpin Korea Utara itu melakukan segala cara untuk membuat semua warganya jadi patuh.

Dia melakukan propaganda parah dan menutup akses dunia luar agar warganya tidak tahu apa-apa. Kim Jong-un membuat Korea Utara seperti tempat main, sehingga bisa melakukan apa saja termasuk mengeksekusi dengan cara yang sangat brutal.

Kim Jong-un tidak peduli dengan siapa saja yang ada di sekitarnya. Apa saja yang dia anggap benar, maka semua orang harus mengikutinya. Jika ada yang menolak atau protes dengan keputusannya, metode eksekusi mengerikan di bawah ini akan menjadi akhir dari kehidupan warganya.

Yuk, simak seperti apa saja hukuman mati yang diterapkan oleh Kim Jong-un.

Ditembak dengan Artileri Anti-pesawat

Bukan Kim Jong-un namanya kalau tidak berbuat keonaran dan penuh dengan kontroversi. Pada tahun 2015 silam, Kim Jong-un mengeksekusi mati Menteri Pertahanan, Hyon Yong-chol dengan cara yang keji.

Pria malang yang telah mengabdi lama kepada Kim Jong-un ditembak menggunakan artileri anti-pesawat secara beruntun. Kejadian ini membuat bawahannya mati dengan cara yang mengenaskan. Menteri Pertahanan itu dibantai dengan mengerikan hanya karena mengantuk saat rapat.

Eksekusi selanjutnya terjadi baru-baru ini. Wakil Perdana Menteri bidang Pendidikan Korea Utara, Kim Yong-jin dieksekusi dengan cara yang serupa.

Wakil Perdana Menteri bidang Pendidikan Korea Utara, Kim Yong-jin (dilingkari) saat menggelar rapat dengan Kim Jong-un.

Kim Jong-un melakukan ini hanya karena menterinya itu tidak duduk dengan benar saat melakukan rapat. Dia langsung dieksekusi tanpa bisa melawan karena apa yang dikatakan oleh Kim Jong-un adalah sebuah kemutlakan.

Diledakkan dengan Mortir

- ADVERTISEMENT -

Kim Jong-un selalu memiliki cara eksekusi yang ngeri dan tidak bisa dibayangkan oleh banyak orang. Jika di banyak negara eksekusi dilaksanakan dengan tembakan biasa, gantung, atau mungkin pancung, di negara ini seorang yang bersalah bisa diledakkan dengan sebuah mortir. Hal ini terjadi pada mantan Menteri Tentara Korea Utara pada tahun 2011 silam.

Kejadian ini terjadi saat Kim Jong-un berduka pasca kehilangan Kim Jong-il. Menteri yang bernama Kim Chol itu tertangkap tangan mengonsumsi alkohol saat peringatan berkabung ini. Dia akhirnya dieksekusi mati dengan diledakkan. Sebuah mortir dengan daya ledak tinggi diluncurkan ke tubuhnya sehingga menteri malang itu mati seketika.

Dibakar Hidup-Hidup

Pada tahun 2013 silam, Kim Jong-un melakukan eksekusi kepada pamannya yang dituduh melakukan korupsi. Orang yang merupakan suami dari bibinya sendiri dibunuh dengan ditembak kepalanya tanpa ampun.

Setelah kejadian ini, segala hal terkait pamannya yang bernama Jang Song Thaek ini dihapuskan dan siapa saja dilarang untuk mengingatnya lagi.

Beberapa bulan berselang seorang pria bernama O Sang Hon dieksekusi dengan dibakar hidup-hidup. Pria yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Keamanan Publik dinyatakan bersalah karena mengubah fungsi dari sebuah instansi.

Selain itu, pria itu juga merupakan orang yang menjadi kaki tangan paman Kim Jong-un sehingga pria itu wajib dilenyapkan agar kekuasaan dari Kim Jong-un selalu mutlak.

Diracun hingga Tewas

Cara Kim Jong-un dalam mengeksekusi seseorang memang selalu aneh. Selain itu, alasan yang diberikan juga kadang aneh-aneh. Saat sang paman mati dengan cara yang mengerikan, bibi dari Kim Jong-un, Kim Kyong-Hui selalu saja mengomel. Kim Kyong-Hui selalu mengeluh dengan cara keponakannya memimpin negara setiap harinya.

Bosan dengan apa yang dilakukan oleh bibinya, Kim Jong-un pun menyuruh salah satu anak buahnya untuk meracuni sang bibi. Meski kematian dari wanita malang itu sudah jelas terjadi karena dibunuh, pihak Korea Utara mengatakan bahwa wanita itu meninggal karena serangan jantung.

Inilah hukuman mati paling brutal yang dilakukan oleh Kim Jong-un kepada warganya yang menurutnya bersalah. Dia tidak pernah melakukan proses hukum yang jelas, sehingga siapa saja yang salah harus tewas saat itu juga. Benar-benar sadis! (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.