Ribuan Kasus DBD Terjadi di Kota Balikpapan selama September, Safaruddin Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Sebanyak 1.033 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kota Balikpapan selama bulan September 2022. Bahkan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menyebut Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit Kota Minyak selalu dipenuhi pasien yang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin meminta agar kasus itu tidak dianggap sepele. Apalagi, yang paling rentan terkena DBD adalah anak-anak. Langkah antisipasi perlu dilakukan agar jumlah penderita DBD di Kota Balikpapan tidak bertambah.

“Pencegahan terhadap penyebaran DBD harus dilakukan secara bersama-sama. Seluruh elemen harus bekerja sama, minimal dimulai dari menjaga lingkungan sekitar,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menambahkan, selain menjaga lingkungan, penanganan awal penderita yang terindikasi DBD juga perlu dimaksimalkan. Deteksi dini terhadap ciri-ciri DBD harus bisa dipahami oleh seluruh masyarakat. Di samping pemberantasan nyamuk melalui fogging maupun bubuk abate.

“Pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait harus meningkatkan sosialisasi terkait DBD. Mulai dari cara pencegahan, penanganan awal, kerja bakti massal, hingga pemberantasan. Menekan kasus DBD dimulai dari lingkungan sekitar dulu,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kasus DBD terbanyak terjadi di daerah Kecamatan Balikpapan Selatan. Di mana, korban terbanyak adalah anak-anak. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.