Review Perkembangan Covid-19 di Balikpapan selama Oktober 2020, Jumlah Pasien Terpapar Alami Penurunan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Kasus Covid-19 di Balikpapan mengalami penurunan pada Oktober 2020. Dari analisis tim data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan, terdapat 805 kasus terkonfirmasi sepanjang 1 sampai 31 Oktober 2020.

Jumlah ini turun cukup signifikan (35,1 persen) dari keseluruhan kasus pada September dengan 1.242 kasus, dan dari Agustus yang merupakan bulan puncak kasus pandemi Covid-19 dengan 1.316 kasus.

Kelompok usia produktif masih mendominasi jumlah pasien positif. Di mana 64,2 persen dari total kasus konfirmasi berasal dari kelompok usia 18-45 tahun, diikuti 20,8 persen kelompok usia 46-60 tahun, dan 6,08 persen kelompok usia di atas 60 tahun. Kemudian kelompok usia 11-18 tahun dengan 3,1 persen, serta kelompok usia 0-5 tahun dan 6-10 tahun masing-masing 2,8 persen.

Ditinjau dari jenis kelamin, kasus pada Oktober masih didominasi laki-laki dengan 513 kasus dan perempuan dengan 292 kasus. Selama pandemi, laki-laki umumnya terpapar Covid-19 karena memiliki aktivitas di luar rumah lebih banyak ketimbang perempuan.

Sementara tingkat kesembuhan pasien atau yang selesai isolasi mengalami peningkatan. Sepanjang Oktober, jumlah pasien yang selesai isolasi baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri sebanyak 1.118, sementara saat September 1.103.

Kemudian angka kematian pada Oktober juga mengalami penurunan jika dibandingkan pada September, dari 61 kasus menjadi 31 kasus. Meski mengalami penurunan, namun jumlah kematian pasien terkonfirmasi masih terbilang tinggi dengan 3,8 persen atau di atas rata-rata kematian global.

Angka kematian harus terus ditekan hingga di bawah 2 persen dengan cara penguatan layanan kesehatan terutama penanganan di ICU Covid-19 serta mengedukasi pasien agar jangan terlambat ke rumah sakit bila merasakan gejala Covid-19. Juga jangan menunggu sesak napas baru ke rumah sakit.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan mengatakan, landainya kasus terkonfirmasi beberapa pekan terakhir merupakan hasil upaya bersama masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah Kota Balikpapan pun telah melakukan relaksasi beberapa kegiatan masyarakat seperti mencabut pembatasan jam malam, pembukaan arena bermain anak, dan tempat hiburan masyarakat.

Kendati angka telah turun, namun tugas dari masyarakat belum selesai. Karena saat ini Balikpapan masih berada di zona oranye atau daerah dengan risiko sedang berdasarkan analisis Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional.

“Masyarakat wajib terus disiplin protokol kesehatan, sementara pemerintah kota juga terus mengevaluasi dari relaksasi yang dilakukan dan tetap melakukan upaya pendisiplinan melalui operasi razia masker. Kita masih harus menuju zona kuning dan hijau agar aktivitas lain seperti sekolah dapat dibuka,” tutur Rizal.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty menambahkan, upaya menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19 juga tidak lepas dari testing, tracing, dan treatment dari seluruh unsur kesehatan dan medis di Balikpapan.

Terlebih fasilitas penunjang seperti laboratorium PCR kini ada lima, adanya fasilitas rumah isolasi mandiri asrama haji, dan pengembangan terapi plasma konvalesen untuk kesembuhan pasien Covid-19 dengan gejala berat.

“Selain itu, kami juga melakukan inovasi program Pengembangan Kota Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (Pentas Akbar) yang melakukan upaya sosialisasi dan monitoring penerapan protokol Covid di 10 tatanan. Terutama tatanan perkantoran, pasar, perumahan pemukiman, rumah ibadah, pariwisata dan transportasi,” ungkap Andi. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.