Resahkan Masyarakat Bontang, Orang Utan Jantan Berhasil Diselamatkan

INTREN.ID, BONTANG – Seekor orang utan jantan berhasil diselamatkan di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Penyelamatan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Jumat (29/5/2020).

Penyelamatan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat melalui Call Center Balai Taman Nasional Kutai (TNK) pada Kamis (28/5/2020). Laporan ini kemudian diteruskan ke Call Center BKSDA Kaltim untuk ditindaklanjuti karena lokasinya berada di luar kawasan TN Kutai.

“Kami menugaskan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan komunikasi awal kepada masyarakat pelapor untuk mendapatkan gambaran lokasi dan informasi-informasi tambahan lainnya sebagai dasar untuk mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dalam menggelar operasi penyelamatan satwa liar,” ungkap Kepala BKSDA Kaltim Sunandar.

Tim WRU BKSDA Kalimantan Timur yang terdiri dari tiga orang personel teknis dan satu orang dokter hewan pun berangkat dari Samarinda menuju lokasi keberadaan orang utan tersebut pada Jumat. Tepatnya di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam proses penyelamatan, tim dibantu masyarakat dengan menjadi penunjuk jalan ke lokasi bersarangnya orang utan dan persiapan perlengkapan-perlengkapan penyelamatan.

Kepala Resort KSDA Kutai Timur (Kutim) dan Bontang Witono selaku ketua tim penyelamatan dari lokasi mengatakan, orang utan telah berada di kebun masyarakat kurang lebih sepekan. Selama itu, setiap hari orang utan memakan buah nangka yang ada di kebun masyarakat dan mulai memakan umbut pohon kelapa dan kelapa sawit yang ditanam masyarakat.

“Sehingga beberapa pohon rusak dan mulai mati, kemudian pada sore hari akan kembali ke hutan di batas kebun untuk bersarang dan istirahat. Hal tersebut yang cukup meresahkan dan merugikan masyarakat,” sebut Witono.

Akan tetapi, sambungnya, masyarakat juga telah sadar bahwa orang utan merupakan jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Sehingga masyarakat berinisiatif hanya melakukan upaya penghalauan mandiri terlebih dahulu dan kemudian melaporkannya untuk dilakukan penanganan dan penyelamatan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.

Sementara itu, anggota tim WRU BKSDA Kalimantan Timur Rido mengungkapkan bahwa proses penyelamatan orangutan ini berjalan cukup lancar dan tidak menemukan kendala yang serius. Kesulitan teknis lebih banyak terjadi pada faktor upaya pembiusan orangutan yang bersembunyi di cabang-cabang pohon yang tertutup daun-daun yang cukup lebat dengan ketinggian sekira 10 meter.

“Upaya pembiusan menggunakan senapan bius dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur. Akhirnya setelah dua kali upaya penembakan bius, orang utan tersebut dapat terbius kurang lebih pada pukul 16.00 Wita dan segera diturunkan dari pohon,” ungkapnya.

Orang utan tersebut dapat dievakuasi sepenuhnya pada sore hari sekira pukul 18.00 Wita dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dimasukkan dalam kandang transfer. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa orangutan tersebut merupakan orangutan dewasa liar dalam kondisi sehat, berkelamin jantan, usia kurang lebih 15 tahun, perkiraan berat badan 80 kg.

Hasil koordinasi lebih lanjut, diputuskan orang utan itu akan langsung dipindahkan untuk dilepasliarkan ke dalam kawasan TNK sebagai lokasi terdekat yang habitatnya sesuai. Tim WRU BKSDA Kaltim lantas langsung melanjutkan pemindahan dan mempersiapkan proses pelepasliaran orang utan di wilayah Resort Sangkima dalam kawasan TNK bersama dengan tim WRU Balai TNK.

Pemantauan lebih lanjut pasca pelepasliaran menunjukkan, meski pelepasliaran dilakukan pada malam hari, orang utan tersebut tetap membuat sarang baru sementara. Orang utan terpantau telah bergerak masuk ke dalam hutan pada keesokan harinya.

“Kami bersyukur, upaya penanganan konflik satwa liar melalui penyelamatan sampai pelepasliaran orang utan ini dapat dilaksanakan dengan lancar. Terutama dengan kesadaran dan dukungan masyarakat,” kata Sunandar.

Hal ini juga tidak terlepas dari kerja sama yang baik antar unit pelaksana teknis lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sunandar juga menyampaikan, proses penyelamatan dan pelepasliaran orangutan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19. “Semoga semua upaya tersebut akan semakin memperkuat upaya-upaya konservasi keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur,” sebutnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.