Rekontruksi Sejarah Rasis di Negeri Paman Sam, Kejahatan Sistematik yang Tak Kunjung Usai

Karya: Wahyu Agung Erlangga

INTREN.ID, BATAM – Rasis adalah suatu persolan yang masih terus terjadi di negara Super Power Amerika Serikat. Persoalan yang muncul pertama kali pada abad-15 oleh Portugis yang telah mengsupermasi orang-orang Afrika mayoritas berkulit hitam untuk dijadikan budak dalam pembangunan pra-sarana dan insfratruktur di luar benua Afrika, secara khusus di daratan Eropa dan Amerika.

Di lain sisi ada beberapa penolakan yang terjadi oleh Suku Indian (Amerika) dan Irlandia, mereka menganggap ini merupakan suatu bentuk naturasliasasi terhadap masyarakat Eropa yang mayoritas berkulit putih dengan ras-Arya.

Seperti dilansir oleh beberapa media online mengenai rekontruksi sejarah bagaimana awal mula migran Asia (Tiongkok, Jepang, Korea, India, Filipina) yang berkerja sebagai pekerja kasar perkebunan, pembangunan rel kereta api di Amerika bagian barat, tepatnya pada tahun 1830 silam.

Pada masa perjalanannya, para migran tersebut telah lambat laun mulai menunjukan adanya suatu perubahan yang sangat begitu signifikan terhadap perkembangan bisnis yang mereka rintis sejak awak kedatangannya di Benua Amerika, seperti bisnis akomodasi, makanan, retail, kesehatan, dan beberapa sektor lainnya.

Hal ini turut menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan penduduk asli Amerika Serikat terhadap migran Asia yang dulu hanya menjadi pekerja kasar di negeri ini, namun saat ini lambat laun berhasil menciptakan suatu kekuatan berbasis pergerakan ekonomi serta menciptakan perasaingan antar pekerja dalam ekonomi di Amerika Serikat.

Akibatnya timbulah rasa benci oleh masyakarat Amerika terhadap warga Asia-Amerika karena dianggap sebagai pendatang yang mengakuisi sistem perekonomian di Amerika Serikat.

Sehingga statment anti Asia-Amerika kian bermunculan dan berakibat kepada meluasnya kejahatan rasial, pelecehan verbal baik secara langsung maupun tidak, diskriminasi, serangan fisik dan sebagainya atau kita kenal sekarang dengan sebutan “Rasis”. Dan menjadi suatu kejahatan sistematik yang tak kunjung usai di negeri Super Power hingga saat ini.

Dilansir oleh Chanel Youtube CNBC, memaparkan informasi signifikan terhadap meningkatnya kejahatan rasis di Amerika Serikat dari Bulan Januari-Febuari 2021 sebanyak 3.795 laporan. Kejadian ini juga diperkeruh dengan awal mula munculnya Virus Covid-19 pada Bulan November 2019 di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Dan terkonfirmasi secara global menjadi penyakit darurat Internasional pada 30 Januari 2020 dengan temuan sebanyak 83 kasus penyebaran penyakit tersebut di luar Tiongkok.

Faktor ini juga yang semakin memperkeruh situasi rasis di Negeri Paman Sam.Warga Amerika beranggapan bahwa warga keturunan Asia-Amerika yang menjadi faktor utama dalam menyebarnya Virus Covid-19 di negeri ini.

Situasi semakin tidak terkendali, kejahatan rasis merajalela di beberapa negara bagian Amerika Serikat serta orang-orang yang terinfeksi Virus Covid-19 kian melonjak tajam sehingga mengakibatkan beberapa rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menangani kasus ini juga kapasitasnya overload.

Di samping itu Virus Covid-19 ini juga memukul sektor perkenomian di negara Super Power ini dan berakibat kepada penurunan pendapatan perkapita, seperti dilansir oleh Bisnis.com melalui Departement Perdagangan AS (29/4/2021) menyebutkan ekonomi AS terkontraksi 4,8 persen secara tahunan pada kuartal I/2020. Serta merupakan penurunan terburuk sejak tahun 2008 yang menyentuh angka 4 pesen.

Akibat pandemi Covid-19 pengangguran di Amerika Serikat menyentuh angka 10 juta orang, dengan kurang lebih 6,3 juta orang mengajukan bantuan pemerintah karena sudah tidak adanya lagi pekerjaan dan sebelumnya terdapat 3,3 juta pekerja mengajukan hal yang sama.

Krisis ekomoni telah melanda dunia tanpa terkecuali dengan Amerika Serikat. Suatu kondisi yang membuat situasi di Amerika Serikat menggalami hilang arah dan tak terkendali akibatnya, warga asli Amerika merasa kesal, kecewa, stres dan meluapkan itu semua kepada warga keturunan Asia-Amerika yang menjadi penyebab utama krisis ekonomi di negara ini dengan cara rasis.

Dan ditambah lagi Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump juga kontra dengan warga keturunan Asia-Amerika. “Orang Asia dijadikan kambing hitam atas pandemi dan ini bukan hal baru lagi bagi komunitas kami, itu adalah sesuatu yang disampaikan oleh pejabat terpilih sebelumnya dalam hal menyalahkan komunitas kami sehingga mengakibatkan serangan kepada kami,“ ujar Cyhntia Choi (STOP APPI Hate and Executive Director of Chinese For Affirmative Action).

Sehingga tak ayal beberapa permasalahan yang muncul di negara Super Power ini, memiliki suatu perjalanan rekontruksi sejarah yang sangat begitu panjang, sekiranya mau diuraikan secara eksplisit dan terinci kembali.

Oleh karena itu perlu sekiranya adanya suatu penengahan yang baik oleh pemerintah terpilih saat ini terhadap permasalahan rasis, karena permasalahan ini tidak kunjung memiliki titik temu sejak beberapa dekade kepemimpinan sebelumnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.