Realisasi Investasi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

BKPM Minta Masyarakat Jangan Terlalu Pesimistis

INTREN.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta masyarakat tidak terlalu pesimistis terkait investasi di Indonesia. Pasalnya, realisasi investasi tetap tumbuh di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).

BKPM menyatakan, realisasi investasi sepanjang triwulan pertama 2020 mencapai Rp 210,7 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan 8 persen dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 195,1 triliun.

“Total realisasi investasi triwulan I/2020 Rp 210,7 triliun dengan 25.192 proyek investasi,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam paparan melalui konferensi virtual di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Kata dia, pencapaian realisasi investasi triwulan pertama 2020 itu sudah mencapai 23,8 persen dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp886,1 triliun. Pencapaian tersebut mengalami pertumbuhan 1,2 persen jika dibandingkan dengan triwulan keempat 2019 (q to q) yang mencapai Rp208,3 triliun.

Dibandingkan periode Januari-Maret 2019, Penanaman Modal Asing (PMA) turun 9,2 persen menjadi Rp 98,3 triliun dari Rp 107,9 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) naik 29,3 persen dari sebelumnya Rp87,2 triliun menjadi Rp112,7 triliun.

- ADVERTISEMENT -

“Kenapa ini turun? Covid-19 itu dampaknya kita mulai kena di pertengahan Maret. Mulai situ PMA turun. Tapi di sisi lain PMDN meningkat. Ini sebuah signal positif bahwa kepercayaan pengusaha domestik sudah mulai baik, terhadap pemerintah maupun dari sisi pelayanan,” urai Bahlil.

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi (PMDN dan PMA) terbesar sepanjang triwulan pertama 2020 tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Riau. Sementara realisasi investasi pada periode ini didominasi oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; listrik, gas dan air; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Ada pun penyerapan tenaga kerja pada periode ini sebesar 303.085 orang, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 235.401 orang. Karena itu, Bahlil menyebut masyarakat tidak perlu terlalu pesimistis.

“Ikhtiar penting karena Covid-19 ini berdampak ke seluruh segmentasi kehidupan masyarakat. Ekonomi paling utama. Kita berdoa Corona ini berlalu cepat,” sebut Bahlil. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.