Ratusan Gram Sabu-sabu Terendus Anjing Pelacak, Hendak Dikirim dari Batam ke Lombok Timur

INTREN.ID, BATAM – Anjing pelacak milik Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Tipe B Kota Batam, berhasil mengidentifikasi sabu-sabu dalam buku kamus yang akan dikirim ke Lombok Timur, Kamis (21/10/2021) lalu. Jumlahnya mencapai 249 gram.

“Kronologisnya, pada Kamis, 21 Oktober 2021 sekira pukul 10.50 WIB, petugas penindakan dan penyidikan (P2) melakukan pemeriksaan rutin barang kiriman yang akan keluar dari Batam,” ujar Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani, Jumat (12/11/2021).

Berdasarkan hasil analisis risiko, petugas Bea Cukai Batam mencurigai beberapa paket tujuan tertentu. Paket itu pun langsung diperiksa secara intensif.

“Lalu Detasemen K-9 (tim anjing pelacak) Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaan terhadap salah satu paket berisi buku kamus milik warga berinisial AL yang beralamat di Bengkong Permai, Kota Batam, dan penerima inisial ELN beralamat di Selong, Lombok Timur,” ungkapnya.

Saat dibuka itulah, ternyata di dalam buku kamus itu berisi kristal putih. Setelah menjalani uji narcotest, akhirnya dipastikan jika barang itu adalah sabu-sabu.

Barang bukti itu kemudian diserahterimakan ke Direktorat IV Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) di hari yang sama untuk dilakukan pengembangan dengan melibatkan Bareskrim Polri, Subdirektorat Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Subdit. Narkotika DJBC), dan Bea Cukai Batam.

Sabtu (23/10/2021), mereka melakukan peninjauan lokasi ke Lombok Timur dengan berkoordinasi bersama Bea Cukai Mataram. Hasilnya, dua orang yang mengambil paket tersebut, yaitu ELN dan F.

“ELN yang namanya tertera sebagai penerima tidak sendiri saat mengambil paket, melainkan bersama F,” jelas Undani. Pengakuan ELN dan F, ternyata barang tersebut akan diantar ke seorang berinisial ZI alis IS alias G.

Nama terakhir masih dalam proses pencarian. Sementara ELN dan F, beserta barang bukti diamankan ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Dalam kasus itu, tersangka disangka melanggar Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp 10 miliar.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus sabu-sabu tersebut merupakan salah satu dari 13 laporan pelanggaran atas komoditas narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) Bea Cukai Batam selama tahun 2021.

Selama periode 2021, sampai dengan 31 Oktober 2021, Bea Cukai Batam telah menangani 419 laporan pelanggaran yang terdiri dari berbagai macam pelanggaran.

Untuk kasus narkoba sampai 31 Oktober 2021 sebanyak 13 pelanggaran dengan rincian:

  1. Narkotika Golongan I jenis Methamphetamine sejumlah 10.104,80 gram.
  2. Narkotika Golongan I jenis Ekstasi sejumlah 65.670 butir.
  3. Psikotropika Golongan IV jenis Happy Five sejumlah 220 butir.
  4. Narkotika Golongan I jenis Kokain sejumlah 2,77 gram.
  5. Narkotika Golongan I jenis Cannabis Sativa sejumlah 7,25 gram.
  6. Narkotika Golongan I jenis Tembakau Gorilla sejumlah 5,80 gram.

Apabila ditotal, estimasi nilai atas seluruh barang hasil penindakan sampai dengan 31 Oktober 2021 adalah sebanyak Rp 136,11 miliar dan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp 60,67 miliar. (***)

Reporter:  Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.