Ratusan Daerah Belum Laporkan Anggaran Penanganan Corona

Meliputi Alokasi untuk Kesehatan, Dampak Ekonomi, dan Jaring Pengaman Sosial

INTREN.ID, JAKARTA – Ratusan daerah di Indonesia disebut belum melaporkan anggaran untuk penanganan wabah virus corona baru (Covid-19). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan, laporan yang dimaksud meliputi alokasi untuk kesehatan, dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto mengatakan, terdapat 368 daerah yang sudah menganggarkan untuk dampak ekonomi. Sementara 174 daerah lainnya belum melaporkan.

“Kami akan pantau terus, jangan sampai daerah tidak menganggarkan. Karena dampak Covid-19 ini bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial,” kata Ardian, Senin (13/4/2020).

Diuraikan, provinsi yang belum melaporkan terkait anggaran untuk penanganan dampak ekonomi yaitu Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Tenggara Barat. Selain itu, masih ada 133 kabupaten/kota lainnya yang juga belum menganggarkan untuk dampak ekonomi.

- ADVERTISEMENT -

“Terdapat 405 daerah yang sudah menganggarkan jaring pengaman sosial, 137 daerah belum melapor. Padahal ini penting untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijabarkan, lima provinsi yang belum melaporkan untuk jaring pengamanan sosial yakni Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan 98 kota serta kabupaten lainnya juga belum melaporkan penyediaan jaring pengaman sosial.

“Kalau kesehatan, 34 daerah belum melaporkan. Tetapi prinsipnya, semua provinsi sudah menganggarkan untuk penanganan kesehatan,” beber Ardian.

Sementara itu alokasi anggaran yang telah dilaporkan yaitu untuk penanganan dampak ekonomi berjumlah Rp 7,98 triliun. Alokasi tersebut terdiri dari alokasi dalam bentuk kegiatan sebesar Rp 2,60 triliun, dari hibah atau bansos sebesar Rp 1,39 triliun, dan alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp 3,99 triliun. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.