PSBB Sudah Berjalan Tiga Hari, Ini Evaluasi Pemprov DKI Jakarta

Ada Pergerakan Masyarakat yang Lebih Tinggi dari Luar Daerah

INTREN.ID, JAKARTA – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta telah berjalan tiga hari sejak dimulai 10 April 2020. Pemprov DKI Jakarta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengadakan evaluasi ringkas atas tiga hari pertama pelaksanaan PSBB.

Dalam evaluasi Senin (13/4/2020) malam, diketahui terdapat pergerakan masyarakat yang lebih tinggi dari luar ke dalam wilayah Jakarta.

“Karena, wilayah penyangga yang terdiri atas Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten belum menerapkan PSBB,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dijelaskan, Pemprov DKI Jakarta bersama jajaran Polda dan TNI telah menyiagakan 33 check point untuk mengawasi jalannya masa PSBB. Yaitu 11 di perbatasan, 13 di stasiun dan terminal, 5 di pintu masuk tol, dan 4 di dalam kota.

“Secara bertahap (check point) akan ditambah,” sambungnya.

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta meneruskan kebijakan bahwa motor bisa mengangkut barang secara aplikasi. Tetapi tidak diperbolehkan mengangkut penumpang. Perusahaan di luar sektor yang dikecualikan, yang masih beroperasi selama masa PSBB ini, akan dievaluasi, ditinjau, juga ditindak tegas.

“Seluruh masyarakat diimbau tetap menjaga jarak fisik, berada di rumah, dan jika keluar rumah maka wajib menggunakan masker kain,” tutur Anies.

Dia berterima kasih kepada masyarakat yang selamaini telah berdiam di rumah. Lantas meminta agar saling mengingatkan dan menaati aturan PSBB ini.

“Kita pasti bisa hadapi bersama dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Anies. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.