Proyek Pesawat R80 Habibie Dihapus Pemerintah, Ini Alasannya

INTREN.ID, JAKARTA – Dua proyek pengembangan pesawat terbang warisan BJ Habibie, yakni R80 dan N245 dihapus dari daftar proyek strategis nasional (PSN). Pemerintah lebih memilih menggantinya dengan pengembangan tiga proyek pesawat nirawak atau drone.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan pesawat nirawak lebih ideal dilakukan dalam kondisi saat ini ketimbang R80 dan N245. Sehingga pemerintah mendahulukan pengembangan proyek pesawat nirawak di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19) ini.

“Dialihkan menjadi teknologi drone yang dianggap lebih cocok dengan situasi saat sekarang dan pengembangannya sudah dimulai oleh PT DI (Dirgantara Indonesia),” sebut Airlangga.

Proyek drone itu termasuk dalam 89 rekomendasi PSN baru senilai Rp 1.422 triliun. Dari 89 PSN itu, 56 proyek di antaranya adalah usulan baru. Sementara 10 proyek merupakan proyek perluasan dari PSN sebelumnya, 15 proyek dikelompokkan sebagai program pemerintah baru, dan 8 proyek masuk dalam sektor ketenagalistrikan.

- ADVERTISEMENT -

“Dari 245 proyek baru (yang diusulkan), hanya 89 proyek yang memenuhi kriteria. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan, karena masih butuh dukungan kementerian teknis dan perlu memenuhi kriteria sebagai PSN,” ungkap Airlangga.

Diketahui, proyek pengembangan pesawat R80 yang sempat masuk dalam PSN ini dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan bentukan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie bersama anaknya. Sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT DI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Kedua pesawat tersebut dirancang menjadi pesawat penumpang sepenuhnya, dan digunakan dalam penerbangan jarak menengah. Investasi untuk pengembangan kedua proyek pesawat tersebut diperkirakan sebesar USD 180-200 juta atau sekira Rp 2,6 triliun. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.