- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Proses Penjualan AS Roma Tersendat, Kata Sepakat Jadi Musabab

INTREN.ID, ROMA – Proses negosiasi antara James Pallotta dengan pengusaha Amerika Serikat, Dan Friedkin terkait pembelian raksasa Serie A, AS Roma terhambat. Meski sudah berjalan enam bulan lamanya, belum ada kata sepakat dalam negosiasi tersebut.

Il Lupi–julukan AS Roma–dibanderol 780 juta euro atau sekitar Rp 12,7 triliun. Pallotta sendiri mengaku sudah lelah mengurusi klub asal ibu kota Italia itu selama sembilan tahun. Dia pun percaya bahwa Friedkin yang juga kompatriotnya adalah sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan AS Roma.

“Aku hanya melakukan yang terbaik untuk Roma. Tidak peduli apa itu,” ucapnya kepada La Repubblica.

Drama penjualan itu pun memunculkan spekulasi anyar. Di tangan Pallotta, prestasi AS Roma seret. Selain itu, rencana pembangunan proyek vital seperti stadion terhambat oleh birokrasi.

“Aku sudah bekerja untuk AS Roma dan mencintai klub ini,” ujarnya.

Saat ini, kondisi finansial AS Roma memang amburadul. Klub yang membesarkan nama Francesco Totti itu rugi 87 juta euro atau sekitar Rp 1,43 triliun. Jika Serie A digulir lagi, kerugian ditaksir menembus angka 200 juta euro hingga akhir musim.

- ADVERTISEMENT -

Itulah mengapa, klub meniadakan empat bulan gaji pemainnya dari Maret sampai Juni. Strategi itu dilakukan untuk menutup kerugian yang terus membengkak.

Celakanya lagi, Friedkin hanya mau membayar 780 juta euro yang di dalamnya sudah termasuk semua utang AS Roma di era Pallotta.

Dilansir dari laman Il Romanista, 30 Juni adalah batas akhir yang diberikan Friedkin pada Pallotta untuk membahas kelanjutan negosiasi ini.

“Sampai di mana pembicaraan kami? Jangan tanyakan kepadaku. Tanyakan saja kepada Dan,” kilah Pallotta. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.