Properti Dapat Insentif Jumbo, Pemerintah Kucurkan Rp 1,5 Triliun

INTREN.ID, JAKARTA – Salah satu musabab lesunya perekonomian Indonesia adalah sektor properti adalah wabah virus corona. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak tinggal diam.

Mereka bakal menggelontorkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk subsidi sektor properti. Hal ini dilakukan sebagai upaya penguatan ekonomi Indonesia.

“Seperti pembelian rumah. (Pemberian) insentif perumahan akan dilaksanakan mulai April. Jadi sudah disepakati, dalam rangka menghadapi dampak virus corona ini ada stimulus perumahan sebesar Rp 1,5 triliun,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Diharapkan, insentif bisa menjadi pengobat virus beralias Covid-19 itu. Pasalnya, wabah penyakit yang dikategorikan sebagai darurat global itu berdampak besar terhadap perekonomian.

- ADVERTISEMENT -

Basuki menyebut, ketika satu rumah dibangun, akan menggerakkan 150 industri lain. “Ada yang beli kipas angin, ada yang beli rice cooker, kulkas, tempat tidur, macam-macam. Jadi itu menggerakkan ekonomi lainnya,” katanya.

Rencananya, sambung dia, pemerintah akan membagi insentif itu dalam kategori. Rp 800 miliar untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB), sedangkan Rp 700 miliar sisanya untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

“Diimplementasikan pada April mendatang,” sebutnya.

Basuki mengatakan, insentif yang diberikan ini tidak termasuk dalam kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Di mana, insentif itu di luar FLPP yang memang sudah ada. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.