Presiden Jokowi Keluarkan Keppres TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Bos PT LIB hingga Polisi Jadi Tersangka

INTREN.ID, MALANG – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa Stadion Kanjuruhan Malang. Keppres diterbitkan untuk mencari, menemukan, dan mengungkap fakta terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (01/10/2022).

Tragedi tersebut mengakibatkan setidaknya korban meninggal 125 orang dan korban lainnya mengalami luka-luka, yang menimbulkan dukacita mendalam baik bagi keluarga korban maupun masyarakat Indonesia.

“Perlu dilakukan tindakan untuk mencari, menemukan, dan mengungkap fakta dengan didukung data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sebagai bahan evaluasi untuk menghindari peristiwa serupa terjadi di masa yang akan datang, serta memberikan keadilan baik bagi korban dan/atau keluarganya maupun masyarakat dalam peristiwa tersebut,” bunyi peraturan yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet (Setkab) ini.

Berdasarkan Keppres 19/2022, TGIPF Kanjuruhan bertugas untuk mencari, menemukan, dan mengungkap fakta dengan didukung data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan pada peristiwa Stadion Kanjuruhan Malang. Selain itu juga bertugas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pertandingan sepak bola antara Tim Arema yang berhadapan dengan Tim Persebaya, termasuk prosedur pengamanan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, sebagai panduan agar tidak terjadi peristiwa serupa pada pertandingan sepak bola yang lain.

Saat ini, sebagian besar anggota TGIPF berada di Malang. Sejumlah temuan awal sudah dikantongi. Selain mencari akar masalah tragedi itu, tim akan membuat rekomendasi untuk perbaikan persepakbolaan nasional.

Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan lebih dari seratus penonton meninggal dunia pada malam itu. Di antaranya, faktor stadion.

“Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panpel (panitia pelaksana), pengendalian keamanan, suporter, regulasi, dan lain-lain. Semua itu akan terus didalami TGIPF agar data dan informasinya lebih komprehensif,” kata Mahfud.

Khusus stadion, kata Mahfud, instruksi Presiden Jokowi jelas. Yakni, audit seluruh stadion di Indonesia. Tugas itu diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuannya agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional.

“TGIPF berusaha secepatnya menemukan akar persoalan atas tragedi tersebut. Hal itu agar peristiwa meninggalnya suporter sepak bola tidak terus terulang. Sebab, tragedi sudah sering terjadi dan investigasi selalu dilakukan. Tapi, tekanannya selalu lebih berkisar pada teknis penyelenggaraan,” jelasnya.

Mahfud menambahkan, TGIPF berfokus mencari akar masalah dan menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, jumlah korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan sudah mencapai angka 131 orang. Terbesar kedua dalam tragedi sepak bola internasional.

“Menjadi pukulan bagi kita karena tidak hanya menjadi masalah nasional, tapi juga sorotan dunia internasional,l terang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Kapolri Umumkan Enam Tersangka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita ditetapkan menjadi tersangka.

“Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022) malam.

Pengumuman tersangka itu menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang sebelumnya memerintahkan tragedi Kanjuruhan agar diusut tuntas. Jokowi meminta tak ada yang ditutup-tutupi terkait tragedi Kanjuruhan.

Polri terus memeriksa sejumlah polisi. Data per hari kemarin, ada anggota Polri yang diperiksa berjumlah 31.

“Saat ini dari Irwasum maupun Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap 31 anggota Polri. Dari 31 anggota Polri tersebut belum selesai, dilanjutkan juga pemeriksaan pada malam hari ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mapolresta Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10).

Pemeriksaan terus dilakukan secara mendalam. Pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi unsur kehati-hatian.

“Karena sesuai arahan Bapak Kapolri, ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami. Kenapa demikian? Karena unsur ketelitian, kehati-hatian, dan kecermatan yang dilakukan tim ini harus betul-betul menjadi standar,” ujarnya.

Daftar Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita

  • Peran: Tidak memverifikasi kelaikan Stadion Kanjuruhan untuk musim 2022. Masih memakai hasil verifikasi pada musim 2020. Padahal, banyak catatan dan kekurangan dari Stadion Kanjuruhan. Catatan dan kekurangan itu belum diperbaiki sampai musim ini.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris

  • Peran: Bertanggung jawab atas pertandingan di Stadion Kanjuruhan. Tidak punya panduan keselamatan pertandingan. Mengabaikan saran pihak keamanan untuk melangsungkan pertandingan pada sore hari. Menjual tiket melebihi kapasitas yang seharusnya 38 ribu lembar dijual 42 ribu lembar.

Security Officer Arema FC, Sukoco Sutrisno

  • Peran: Tidak ada dokumen penilaian risiko terhadap pertandingan serta memerintah steward untuk meninggalkan gerbang stadion. Padahal, steward harus stand by di pintu gerbang sampai selesainya pertandingan.

Kabagops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto

  • Peran: Mengetahui larangan FIFA soal gas air mata, tetapi justru tidak mencegah atau melakukan pelarangan.

Danki Brimob Polda Jatim, AKP Has Darman

  • Peran: Memerintahkan penembakan gas air mata.

Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi

  • Peran: Memerintahkan penembakan gas air mata. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.