Poros Kaltim Belum Sepenuhnya Mulus, Kelaikan Kendaraan dan Kondisi Jalan Harus Diperhatikan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Jalur poros akan menjadi titik utama yang mengalami kepadatan pada masa mudik Lebaran di Kalimantan Timur (Kaltim). Membentang dari Kabupaten Berau hingga Paser, belum semua jalan mulus. Kerusakan dan keberadaan lubang jalan masih ada. Meskipun proses perbaikan sedang berlangsung.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengingatkan bahwa, meskipun sudah ada kelonggaran dari pemerintah untuk mudik Lebaran, namun keselamatan juga tetap diutamakan. Selain taat dengan protokol kesehatan, disiplin berlalu lintas harus dijalankan.

“Bagi masyarakat Kaltim yang hendak melakukan perjalanan jauh via jalur darat, kelaikan kendaraan harus benar-benar diperhatikan. Karena jalan trans Kaltim sedang dalam perbaikan. Jadi belum sepenuhnya mulus. Kondisi fisik pengemudi juga harus dijaga,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Kondisi parah terpantau di poros Samarinda-Bontang. Saat ini perbaikan terus dilakukan. Meski belum seluruhnya mulus, tapi masyarakat bisa melintasi jalan ini dengan lebih nyaman. Begitu juga jalan poros lintas pesisir yang terus dikebut pengerjaannya seperti Tanjung Redeb-Talisayan sepanjang 480 kilometer di Kabupaten Berau, hingga jalur dari Samarinda Seberang melalui pesisir hingga Samboja dan diteruskan hingga Jalan Mulawarman, Balikpapan.

“Pemerintah maupun pihak terkait lainnya juga harus memperhatikan kondisi jalan-jalan tersebut. Khusus jalan-jalan yang sedang progres atau belum diperbaiki, harus ada tanda atau rambu-rambu. Selain itu, langsung sosialisasikan kepada masyarakat agar bisa segera diketahui. Ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Safaruddin mengatakan, sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani di Kaltim. Pemudik yang menggunakan jalur darat dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum sangat besar. Mereka berasal dari seluruh kabupaten/kota dengan tujuan antarkota, maupun ke luar daerah melalui dua bandara dan beberapa pelabuhan.

“Tentu ini harus menjadi perhatian. Keberadaan pos-pos pengamanan, hingga rest area harus dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, kelaikan kendaraan dan kondisi jalan harus diperhatikan,” tutup Kapolda Kaltim 2015-2018 itu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.