Polisi Bekuk Pengedar Tembakau Gorila, Pelajar SD Sudah Jadi Korban

INTREN.ID, BOGOR – Peredaran barang haram semakin meresahkan. Yang terbaru, jajaran Polres Bogor mengamankan dua pelaku pengedar ganja sintetis. Masing-masing berinisial AM (19) dan DA (20), merupakan sindikat industri rumahan yang sudah empat bulan terakhir berbisnis mencampur tembakau biasa dengan bahan-bahan kimia, atau yang dikenal dengan nama tembakau gorila.

AM dan DA ditangkap di kontrakannya, di depan Komplek Angkatan Laut Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Dari hasil pengembangan, polisi mengembangkan pencarian ke lokasi kedua di Jalan SMAN 7 Kranggan, Jati Sampurna, Bekasi.

AKBP Roland Ronaldy selaku Kapolres Bogor menerangkan,, barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku yakni 5,022 kilogram ganja sintetis siap edar dan bibit ganja seberat 33 gram. Diamankan pula alat yang digunakan untuk mencampur tembakau dengan bahan kimia, seperti microwave dan alkohol 96 persen. Terungkap, harga jual tembakau sintetis ini terbilang mahal. Pelaku diketahui menjual di jejaring media sosial dengan harga Rp 200 ribu per 3 gram.

“Sistem penjualannya online lewat media sosial. Tetapi tertutup, harus menghubungi dahulu kalau mau beli. Alhamdullillah kami dibantu oleh jasa ekspedisi saat pengiriman,” beber Roland.
Sementara itu AKP Andri Alam Wijaya selaku Kasat Reskrim Polres Bogor menjelaskan, efek yang ditimbulkan dari penggunaan tembakau sintetis atau tembakau gorila ini sangat ekstrem. Tiga kali hisap saja sudah bisa membuat orang tidak sadarkan diri.

- ADVERTISEMENT -

“Dengan 3 gram itu, jika dicampur dengan tembakau biasa, cukup untuk 12 hingga 15 batang,” urai Andri.

Karena itu, dia tidak memungkiri jika tembakau jenis ini cenderung mudah didapatkan. Malahan, pelajar kelas lima SD pernah menjadi korban peredaran ganja sintetis ini di Bogor. Bahkan orang tua pelajar ini sampai mendatangi polisi agar sang anak direhabilitasi.

“Ini juga perlu pengawasan orang tua saat anaknya menggunakan gawai. Karena masih anak-anak, jadi kami upayakan penyembuhan,” sebut Andri.
Adapun atas perbuatan mereka, para pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup dan/atau denda Rp 10 miliar. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.