Polda Kepri Amankan 1,4 Kg Ganja dan 77 Butir Ekstasi Milik Oknum ASN Tanjung Pinang

INTREN.ID, BATAM – Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga tersangka tindak pidana narkoba dari lima laporan polisi dalam kurun waktu dua hari saja.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi menyampaikan, ketujuh orang tersebut berinisial RSP alias R, DS alias D, BN alias B, AEZ alias A, RK alias M, AK alias A dan DS alias D.

“Keberhasilan ungkap kasus Narkoba jenis ganja dan Pil Ekstasi ini, diungkap dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu dari tanggal 14 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2020. Di beberapa wilayah Provinsi Kepri antara lain di wilayah Kota Tanjungpinang, Batu Ampar Kota Batam, dan di Baloi Permai Kota Batam, ada lima Laporan Polisi serta tujuh orang diduga tersangka diamankan,” ucap Harry di Media Center Polda Kepri. Rabu (19/8/2020).

Harry mengatakan, dari dua tersangka pengedar pil ekstasi salah satunya berinisial RSP alias R yang membawa, memiliki, dan menyimpan narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 77 butir merupakan oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tanjung Pinang.

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan ketujuh tersangka ini totalnya adalah 1,48 Kg daun ganja kering sudah berbentuk pecahan-pecahan paket yang siap diedarkan dan 77 butir pil ekstasi. “Kasus ini merupakan pengungkapan yang kesekian kalinya dan hal ini menunjukkan keseriusan kami dalam pemberantasan Narkoba di Wilayah Provinsi Kepri,” ungkap Harry

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi mengungkapkan bahwa untuk daun ganja kering ini berasal dari salah satu daerah di Sumatra. “Untuk daun ganja dan pil ekstasi akan diedarkan oleh tersangka di wilayah Kota Tanjungpinang,” ungkap Muji.

Nantinya, para tersangka akan ditindak dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (1), ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (2). Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.