Plt Gubernur Rencanakan Sekolah Kembali Dibuka, Ini Jawaban Wali Kota Batam

INTREN.ID, BATAM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto merencanakan membuka kembali membuka aktivitas sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada 2 Juni 2020 mendatang. Langkah ini sebagai salah satu tahapan persiapan New Normal yang akan mulai diberlakukan di Kepri.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbuka yang digelar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Alun-Alun Engku Putri Batam Center, Rabu (27/5/2020). “Kami khawatirkan adanya kejenuhan para siswa yang telah melaksanakan belajar di rumah sejak beberapa bulan lalu,” ucap Isdianto.

Namun, rencana tersebut kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranaya adalah anggota Komisi 2 DPRD Batam, Hendra Asman. Dia mengatakan rencana tersebut harus dipertimbangkan kembali. Dengan adanya tatap muka yang dilakukan oleh para siswa yang masih banyak yang belum mengerti tentang social distancing ataupun physical distancing.

“Kami banyak dihubungi oleh para wali murid, yang menyampaikan kekhawatiran terhadap sang anak, jika sekolah kembali dibuka dalam waktu sesingkat ini,” kata Hendra.

Menanggapi hal tersebut, Isdianto menerangkan bahwa rencana tersebut masih akan dirapatkan kembali oleh seluruh kepala dinas pendidikan yang ada di Kepri. Dengan menjelaskan kesiapan sekolah di wilayahnya Masing-masing.

“Jika nanti dibuka, harus mengikuti protokol kesahatan secara ketat. Seperti mengurangi jumlah siswa dalam satu kelas dan juga membagi sif pagi dan sif siang,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan pihaknya masih akan melakukan rapat kembali bersama Kepala Dinas Pendidikan Batam prihal rencana dari Plt Gubernur Kepri tersebut. Menurutnya untuk para siswa di tingkat TK hingga SMP yang menjadi tanggung jawab Pemko Batam belum mengerti betul tentang arti social distancing atau physical distancing.

- ADVERTISEMENT -

“Kalau namanya anak kecil tidak tahu apa social distancing. Dan pada saat dia main sudah tidak ada lagi sosial distancing,” kata Rudi.

Menurutnya kerentanan para siswa tersebut bisa tertular semakin tinggi. Terlebih pada saat jam istirahat yang mana banyak siswa melakukan kegiatan dengan bermain.

“Mungkin di dalam kelas bisa kita atur untuk jumlah per kursi. Namun pada saat siswa tersebut bermain akan terjadi kerentanan yang sangat tinggi untuk tertular,” katanya.

Rudi berharap, bupati atau wali kota di Kepri bisa mengikuti kebijakan dari gubernur. Namun isinya harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.