Pilkada di Tengah Pandemi, Kampanye Ratusan Massa Dilarang

INTREN.ID, SAMARINDA – Mengingat pandemi yang masih melanda Indonesia dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 harus tetap dilaksanakan, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, beserta Bawaslu RI menggelar rapat menindaklanjuti persiapan Pilkada 2020 melalui video conference. Jumat (5/6/2020).

Rapat dihadiri gubernur, bupati/wali kota, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Sementara Kota Tepian dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, M Barkati.

Pilkada 2020 kali ini sedikit berbeda, karena bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia.

“Banyak negara di dunia ini yang memundurkan bulan pemilu serentaknya akibat Covid-19 ini dan Indonesia termasuk negara terakhir yang menyelenggarakan pemilu pada 9 Desember 2020 mendatang,” ujar Tito.

- ADVERTISEMENT -

Kampanye calon kepala daerah akan diselenggarakan 100 hari sebelum pemilihan. Namun kampanye kali ini sedikit berbeda, karena tidak diperbolehkan mengundang ratusan massa seperti biasa dilakukan di Indonesia saat musim pesta demokrasi.

Pemerintah pusat menekankan kepada setiap daerah, persiapan harus sudah mulai digerakkan sejak Juni ini, tentunya dengan tambahan protokol kesehatan. Bawaslu yang bertugas di tahun ini mendapat keistimewaan berupa jaminan kesehatan dari BPJS, guna mengatasi kemungkinan buruk akan terdampak Covid-19. (***)

Β 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.