Pilkada Batam: Helmy Dapat Restu Demokrat, Rekomendasi DPP Segera Turun

Golkar Dihadapkan Pada Pilihan Sulit

INTREN.ID, BATAM – Politisi Partai Demokrat, Helmy Hemilton dipastikan mendapat rekomendasi dari partainya untuk berkompetisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam. Terkait siapa yang akan jadi pasangannya, negosiasi masih dilakukan dengan beberapa partai politik (parpol).

Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Batam, Rahmad Sukri mengatakan, kepastian itu diperoleh setelah melakukan pertemuaan dan pemaparan di DPP Partai Demokrat.

Rahmad mengungkapkan alasan dari keputusan tersebut. Menurutnya, Helmy adalah kader lama sejak tahun 2007 dan juga politisi bersih saat menjabat di legislatif selama dua periode. Tak hanya itu, semua kader dan pengurus partai mulai dari ranting dan DPAC Batam juga secara tegas menunjukkan dukungannya kepada Helmy.

“Pada saat pemaparan ke DPP, nama Helmy juga sangat intens disebutkan. Secara pribadi saya meyakini bahwa Helmy yang akan mendapatkan tiket,” ucap Rahmad.

Kata dia, surat rekomendasi dari DPP paling lambat akan keluar pada tanggal 24 Juli 2020. “Karena pada tanggal tersebut, sudah close untuk rekomendasi,” ungkapnya.

Perihal koalisi, Rahmad mengaku jika pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Insya Allah dengan Partai Golkar dan PKS. Saya dan Bung HH juga sudah bertemu dengan Ahmad Hijazi (calon yang direkomendasikan Golkar, Red.) sampai beberapa kali,” tutupnya.

Terkait koalisi dengan Golkar, ini sekaligus tindak lanjut kerja sama kedua parpol dalam kenduri demokrasi kali ini. Pasalnya, ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menjalin kerja sama. Bahkan, kedua parpol telah menjalin kerja sama di 33 pilkada dan berpotensi bertambah 31 lagi. Salah satunya Pilkada Batam.

“Partai Golkar dalam pilkada ini, ada 33 pasangan bersama dengan Partai Demokrat. Dan ada potensi 31 daerah lain,” ujar Airlangga, usai menerima kunjungan politik AHY dan pengurus inti Partai Demokrat lainnya beberapa waktu lalu.

Di Batam, peluang koalisi Golkar-Demokrat makin tampak. Golkar sendiri menjagokan Ahmad Hijazi, eks birokrat berpengalaman Batam yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Beberapa nama direkomendasikan partai berlambang beringin untuk diduetkan bersama Hijazi.

Mulai dari Helmy Hemilton, Surya Makmur Nasution, Putra Siregar, dan AKP Haris Lambey. Saat ini, nama-nama tersebut masih disurvei.

Nah, Rabu (15/07/2020) lalu, soal siapa yang akan berpasangan dengan Hijazi mulai mengerucut. Nama Helmy disebut-sebut berpeluang besar berduet dengan Hijazi. Itu setelah pertemuan antara ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar, Akbar Tanjung dengan Helmy di Jakarta.

“Saya secara pribadi mendukung beliau (Helmy, Red.) dan bersedia menjadi jurkam (juru kampanye),” tegas Akbar kepada Helmy. Kedekatan Akbar dengan Helmy memang terjalin sejak lama. Keduanya sama-sama alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Ini adalah pertemuan antara senior dengan junior. Sewaktu Pak Akbar Tanjung menjabat sebagai ketua DPR RI, saya saat itu masih sebagai Presiden BEM Universitas Islam Sultan Agung Semarang,” canda Helmy, menimpali pernyataan Akbar.

Demokrat Batam Bulat Dukung Helmy

Kans Helmy untuk mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat sangat besar. Pasalnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Batam bulat mendukung Helmy. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat DPC partai berlambang segitiga mercy itu, Senin (6/7/2020).

Plt ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Hotman Hutapea menegaskan, dukungan penuh diberikan pengurus, kader, hingga simpatisan partai untuk wakil ketua DPRD Batam periode 2014-2019 itu.

Hotman juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengetahui track record Helmy dalam dunia politik. Dia optimistis Helmy bisa mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan.

“Partai Demokrat memiliki tiga Kursi, kami masih berusaha melobi salah seorang calon untuk bisa disandingkan dengan orang dari internal Demokrat. Karena Helmy merupakan wakil ketua DPC, jadi akan kami dorong beliau (Helmy, Red.) untuk bisa disandingkan dengan calon tersebut,” ucapnya.

Kendati demikian, Hotman enggan menyebutkan nama calon yang dimaksud. Kata dia, pihaknya masih menunggu calon tersebut diusung oleh salah satu parpol untuk bisa berkoalisi dengan Demokrat. Kuat dugaan, orang yang dimaksud Hotman adalah Hijazi.

“Akan kami lihat nanti seperti apa, yang pasti akan kami dukung internal kami (Demokrat, Red.) untuk maju sebagai Batam Satu (calon wali kota) atau Batam Dua (calon wakil wali kota),” ungkapnya.

Helmy, lanjut dia, merupakan kader partai yang telah bergabung sejak 2007. Pengalaman di parlemen juga membuat relasinya terjalin baik. Dukungan penuh internal Demokrat dilatarbelakangi oleh kontribusinya ke partai yang tidak bisa dianggap remeh. Tidak hanya terhadap rekan politisi, namun juga kepada seluruh pengurus DPC dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) serta simpatisan partai Demokrat se-Kota Batam.

Menanggapi dukungan tersebut, Helmy mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta kepercayaan yang telah diberikan kepda dirinya.

“Pada pesta demokrasi lima tahunan ini, tentunya semua persiapan telah kita persiapkan secara matang, untuk hasil terbaik,” ucap kata bungsu lima bersaudara ini. Helmy adalah anak kelima dari pasangan HR Tjoek Soekirman-Hj Martina Soekirman. Uniknya, keempat kakaknya berkarier di dunia militer dan kepolisian. Hanya Helmy yang terjun ke politik.

Pria kelahiran 1 Desember 1979 itu mengaku siap ditempatkan untuk posisi calon wali kota atau wakil wali kota, apapun instruksi DPP Partai Demokrat. “Seperti lazimnya, partai tentu akan melaksanakan survei terhadap setiap calon kepala daerah,” kata Helmy.

Selain mendaftar ke partainya sendiri, Helmy juga telah mendaftar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerindra.

Keputusan DPC Partai Demokrat Kota Batam itu sejalan dengan perintah AHY. Dalam Kongres V Partai Demokrat, di JCC Senayan, Jakarta 14 Maret 2020 lalu, AHY meminta semua kader di penjuru nusantara untuk menyukseskan hajat demokrasi tahun ini.

AHY menegaskan, Demokrat akan mengusung kadernya untuk maju dalam pilkada serentak. “Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga sepakat untuk ke depan (pilkada, Red.), mari kita mengutamakan untuk kader partai sendiri,” tegas AHY.

Menurutnya, jika Demokrat sukses menghadapi pilkada tahun ini, maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan pada pesta demokrasi berikutnya. Untuk memenuhi target itu, AHY sendiri mengaku sudah menjalin komunikasi dengan ketua DPD dan DPC. Dia meminta, dalam persiapan menghadapi pilkada, Demokrat tidak boleh terlambat menentukan sikapnya.

“Semua menyampaikan kepentingan ataupun concern yang sama bahwa kita tidak boleh ketinggalan kereta dalam mencari koalisi, dalam mencari tiket untuk mengusung pasangan calon,” katanya.

Sementara itu, AHY mematok dua syarat bagi kader jika ingin maju dalam pilkada. Dua syarat itu adalah keinginan yang kuat dan kesiapan yang sungguh.

“Itu semua harus siap agar kita juga benar-benar punya kemampuan untuk berkompetisi dengan calon-calon lainnya,” katanya.

Bahkan, saat kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu, AHY memberikan lampu hijau langsung ke Helmy. “Di Kepri ada beberapa kader terbaik Partai Demokrat, salah satunya beliau (sambil menunjuk Helmi Hemilton),” kata AHY.

Jika benar Golkar dan Demokrat berkoalisi di Pilkada Batam, maka sudah memenuhi syarat untuk mengusung sepasang calon. Pasalnya, Golkar memiliki tujuh kursi di DPRD Batam, sementara Demokrat dengan tiga kursi. Sedangkan syarat mengusung calon wali kota dan wakil wali kota adalah minimal sepuluh kursi.

Rudi-Amsakar Berduet Lagi

Sementara itu, keinginan pasangan petahana Muhammad Rudi-Amsakar Achmad untuk kembali bertarung di pentas politik sepertinya bakal terealisasi. Kedua kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu mendapat dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Wakil ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPD PAN Batam, Amrul mengatakan, pilihan ini juga diamini seluruh elemen partai hingga ke tingkat ranting.

“Keputusan sudah bulat untuk mendukung HMR (Haji Muhammad Rudi),” katanya.

Dia menambagkan, keputusan mendukung Rudi-Amsakar sejalan dengan hasil rapat pleno Tim Pilkada Nasional DPP PAN.

Berdasarkan hasil survei internal partai, Rudi berada di peringkat pertama. Mengungguli kandidat lainnya yang sama-sama melamar ke partai berlambang matahari itu.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari pusat. “Dalam rapat nasional, telah disepakati untuk mendukung Rudi,” katanya. Beberapa waktu lalu, Rudi memang diketahui bertemu ketua umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

Dilema Bagi Partai Golkar

Pun demikian dengan Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu dikabarkan mengusung Rudi-Amsakar. Kepastian itu disampaikan ketua DPD II Golkar Batam, Ruslan Ali Wasyim, Senin (20/7/2020).

“Hari ini sudah jelas semuanya. Putusan DPP Golkar sudah menetapkan untuk Pilkada Batam, berkoalisi dengan Nasdem dan mengusung paslon (pasangan calon) Rudi-Amsakar,” kata Ruslan.

Kendati demikian, rekomendasi Golkar untuk mengusung Rudi-Amsakar masih menunggu. Namun, jika benar Golkar mendukung Rudi-Amsakar, maka itu tidak sesuai dengan hasil keputusan rapat pleno Golkar Kepri beberapa waktu lalu.

Dalam rapat pleno itu, seluruh pengurus sepakat menyodorkan nama Hijazi, eks birokrat berpengalaman Batam yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Beberapa nama direkomendasikan partai berlambang beringin untuk diduetkan bersama Hijazi.

Mulai dari Helmy Hemilton, Surya Makmur Nasution, Putra Siregar, dan AKP Haris Lambey. Saat ini, nama-nama tersebut masih disurvei.

Meskipun pengurus di daerah merekomendasikan nama, tetap saja keputusan ada di tangan DPP. Contohnya saja pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina. Dalam rapat pleno II untuk membahas langkah ke depan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kepri, Sabtu (27/6/2020) di Batam, Ansar-Marlin ditolak oleh peserta rapat.

Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Kepri, Amrullah Rasal mengatakan, rapat pleno ke dua ini membahas bakal calon rekomendasi dari Golkar untuk dilakukan survei oleh kader partai kepada masyarakat untuk maju sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur, bupati, dan wali kota se-Kepri.

Beberapa figur muncul dan diusulkan oleh peserta rapat tersebut, dalam perebutan kursi Wali Kota Batam dan wakilnya. Ada nama Ahmad Hijazi. Sementara bakal calon Gubernur Kepri untuk maju dalam konstetasi politik lima tahunan ini, mencuat nama Ansar Ahmad dan Ria Saptarika sebagai calon kuat. Plt Gubernur Kepri Isdianto masuk dalam bursa pencalonan oleh Golkar yang akan berdampingan dengan Ria Saptarika, Isdianto-Taba Iskandar juga muncul sebagai kandidat kuat.

Namun, dalam rapat tersebut ada yang menarik. Ada nama figur yang ditolak oleh peserta rapat meski memiliki hubungan dengan calon petahana di Batam. Pasangan tersebut adalah pasangan Ansar-Marlin. Rapat tersebut dilakukan di enam kabupaten/kota di Kepri, dan semua peserta menolak pasangan tersebut.

“Lima kabupaten/kota di Kepri sudah setuju untuk dilakukan survei mendalam ke tengah masyarakat terhadap calon tersebut. Namun 95 persen peserta rapat pleno menolak pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina Rudi karena dianggap kurang serasi dan sangat jauh perbedaan pandangan politik,” katanya.

Menurutnya, penolakan tersebut dilakukan secara spontan. Peserta rapat juga tidak setuju pasangan itu dilakukan survei kepada masyarakat terkait popularitas dan kredibilitasnya. Sebab, kata dia, ketika seluruh kader Golkar Kepri menolak, tentu sesuai mekanisme partai, Ansar-Marlin tidak bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Mesin partai tidak akan bekerja untuk bergerak cepat apabila satu pasangan calon gubernur yang dianggap tidak mumpuni tetap diusung oleh partai itu sendiri, tentu akan timbul gesekan di ďalam tubuh partai,” ujarnya.

Mayoritas kader Golkar yang menolak pasangan itu, beranggapan komunikasi politik yang sedang terjalin antara Golkar dan Nasdem sangat tertutup tanpa melibatkan arus bawah partai. Itu dianggap sangat berbahaya apabila diteruskan hingga ke tahap selanjutnya.

“Apabila calon yang ditolak oleh kader itu tetap dipaksakan untuk diusung, dikhawatirkan akan memecah suara Golkar, itu yang sangat kami sayangkan. Di saat pesta demokrasi lima tahunan dilaksanakan suara Golkar terpecah, itu sangat merugikan partai,” tegasnya.

Calon pendamping yang cocok untuk kader terbaik Golkar separti Ansar Ahmad, kata Rasal, adalah figur yang harus mampu membangkitkan perekonomian kerakyatan di Kepri dan memiliki pengalaman di organisasi supaya mampu memberikan konsep untuk membangun Kepri lima tahun ke depan lebih baik lagi. (***)

 

Reporter: Agung Maputra, Endra Isbianto

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.