- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Pesona Keindahan Malam di Dataran Engku Hamidah yang Sarat Sejarah Melayu

INTREN.ID, BATAM – Dataran Engku Hamidah merupakan objek wisata baru yang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Data Air (BMSDA) Kota Batam. Dilengkapi dengan lampu hias berwarna-warni menjadi daya tarik untuk swafoto yang instagramable.

Saat malam, lampu hias jalan memancar dengan terang. Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat lalu lalang tak surut di jalan beraspal itu. Malah sebagian pengendara sengaja melambatkan laju kendaraannya, menoleh ke kanan jalan yang mereka lewati dan mengamati suasana sekitar.

Itulah pemandangan yang bisa ditemui di Jalan Raja Haji Ali Fisabilillah, Batam Centre. Dataran Engku Hamidah yang sudah diresmikan pada 17 Desember 2019 dipastikan mampu menarik perhatian pengendara yang melintasinya. Tak heran, banyak pengendara yang baru satu atau dua kali lewat di jalan itu memelankan laju kendarannya untuk memilih menikmati suasana yang berbeda dari sebelumnya.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang pegendara yang melintas. Andre, warga Kota Batam yang hendak berkunjung ke pusat perbelanjaan Mega Mall, memilih berhenti sejenak dan menepikan motor matiknya yang berwarna hitam kecoklatan itu sekira 2 meter dari Dataran Engku Hamidah. Lantas melepaskan helm dan jaket hitam yang dikenakannya.

Dia memandang dan mengeluarkan ponsel pribadinya untuk mengabadikan suasana di Dataran Engku Hamidah. “Saya sangat senang melihat jalanan di Kota Batam yang sangat Indah, ini bisa jadi tempat berfoto yang keren dan menarik,” katanya, Selasa (23/6/2020)

Banyak warga Kota Batam yang mendatangi lokasi ini baik pagi, sore dan malam hari. Saat pagi dan sore hari banyak pengunjung yang datang untuk melakukan kegiatan olahraga seperti bermain bola dan bersepeda. Pada malam hari, Dataran Engku Hamidah sangat memikat dan memanjakan pandangan mata karena lokasinya yang dihiasi dengan aneka ragam warna lampu.

Pemandangan pertama yang akan dilihat oleh pengunjung adalah huruf timbul Dataran Engku Hamidah dengan ukuran yang cukup besar. Huruf-huruf ini memancarkan cahaya lampu bergradasi warna biru, hijau, kuning, jingga, merah, ungu dan putih.

Selanjutnya terdapat bangunan kerangka besi berlampu yang menyerupai bingkai serta memanjang membentuk terowongan dengan bentuk segi enam dan segi empat. Suasana budaya Melayu sangat dirasakan di Dataran Engku Hamidah.

Spot foto lainnya berupa terowongan lampu bertuliskan Dataran Engku Hamidah berukuran sedang pada bagian depan atas terowongan dan hiasan gambar pohon kelapa pada bagian kanan kiri terowongan. Pada bagian dalam terowongan juga dihiasi lampu tumbler berwarna putih yang menjuntai ke arah bawah. Pengunjung dapat berswafoto ria baik di dalam maupun di luar terowongan tersebut.

Salah seorang pengunjung lainnya, Aliya sedang berfoto bersama temannya menggunakan ponsel miliknya. Alya mengetahui lokasi ini pertama kali melalui unggahan foto temannya di media sosial Instagram. Sehingga membuatnya penasaran dan ingin pula berkunjung ke lokasi Dataran Engku Hamidah.

“Pertama kali tahu tempat ini karena melihat postingan foto temen di Instagram terus penasaran. Kok bagus begitu tempatnya kalau buat foto-foto. Dan pas datang ke sini ternyata memang benar. Menarik sih tempatnya, terus ramai banget,” ungkapnya.

- ADVERTISEMENT -

Tak lupa pula lokasi ini juga memasukan unsur-unsur kesenian khas Melayu, khususnya Kota Batam. Seperti tiang lampu yang dihiasi dengan ornamen khas Melayu menyerupai motif bunga cengkih, dengan berlampu warna kuning yang merupakan warna khas melayu.

Selain panoramanya yang indah, lokasi ini pun dilengkapi dengan kuliner khas Kota Batam. Mulai dari makanan ringan hingga berat, seperti sop ikan, bakso kuah, mi ayam, rujak buah, jagung bakar dan rebus, bakso saos tusuk, aneka minuman dan masih banyak lainnya.

Kemudian terdapat beberapa pedagang yang berjualan mainan untuk anak-anak, salah satuanya balon berlampu. Selagi menikmati kuliner dan pemandangan lampu, pengunjung juga ditemani dengan musik live, seperti angklung dengan ritme pop, acoustic dan solo keyboard.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, Dataran Engku Hamidah dibuat untuk masyarakat Kota Batam. Tempatnya sangat menarik, mengambarkan suasana Melayu. Tergambarkan mulai dari nama yang diambil dari nama Putri Raja Ali Haji.

“Selain mempercantik jalanan, kehadiran Dataran Engku Hamidah menjadi tempat yang menarik buat dikunjungi wisatawan. Mereka (pengunjung) bisa selfie disini,” kata Ardi.

Dirinya mengajak untuk menjaga kebersihan di lokasi spot foto tersebut, sehingga terasa nyaman saat mengunjungi lokasi objek wisata baru ini. “Kita sama-sama menjaga kebersihannya sehingga kita merasa tetap nyaman dan tempatnya tetap menarik dan cantik,” tegasnya.

Nama Dataran Engku Hamidah diangkat dari nama seorang perempuan Riau yang sangat istimewa dalam sejarah Melayu. Perempuan itu adalah putri dari Raja Ali Haji yang bernama Engku Puteri Raja Hamidah alias Engku Puteri. Beliau merupakan permaisuri dari Sultan Mahmud Marhum Besar yang merupakan penguasa Kerajaan Johor.

Kala itu Engku Puteri menerima mas kawin sebuah Pulau Penyengat yang menjadi pusat pemerintahan dari kerajaan Riau-Lingga. Bahkan Engku Puteri juga memegang kendali pemerintahan sekaligus pemegang regalia atau alat-alat kebesaran kerajaan Riau-Lingga.

Dalam rentetan sejarah, belum ada satupun permaisuri raja yang mendapat mas kawin sebesar yang diperoleh oleh Engku Puteri. Sehingga belum ada satupun wanita di dunia yang mengalahkan prestasinya itu. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.