Pesona Bunga Tabebuya di Tengah Pandemi Virus Corona

Mekar Indah Layaknya Sakura, Jadi Objek Swafoto Masyarakat yang Melintas

INTREN.ID, BATAM – Bunga tabebuya yang tumbuh di Kawasan Industri Batamindo, Batam mengundang perhatian masyarakat. Pasalnya bentuk fisik bunga yang menyerupai bunga Sakura dari Jepang ini tengah menunjukkan pesonanya yang merekah di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).

Executive Security Kawasan Industri Batamindo, Yuhenrizal mengatakan, bunga tabebuya itu rutin selalu bermekaran setiap tahunnya.

“Kalau kita amati, bunga ini selalu bermekaran di bulan April setiap tahunnya. Satu tahun hanya satu kali,” tuturnya, Selasa (14/4/2020) saat ditemui di tengah patroli sore.

Dijelaskan, pada saat bunga tersebut bermekaran. pasti akan selalu mengundang masyarakat. Banyak yang berfoto mengabadikan momen yang cukup indah tersebut.

“Kalau tahun sebelumnya tidak hanya warga dormitori saja yang mengabadikan kenangan tersebut melalui foto ada video. Tetapi warga luar seperti dari kawasan Batu Aji hingga Nongsa pun ada,” ungkap Yuhenrizal.

Namun pada 2020 ini, suasana bunga tabebuya yang bermekaran sangatlah berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Minat masyarakat yang datang untuk berswafoto mengalami penurunan.

Yuhenrizal mengakui adanya larangan berkumpul di kawasan Batamindo. Karena adanya pandemi Covid-19 ini sesuai imbauan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sehingga saat ini pihaknya melakukan penjagaan yang cukup ketat di seluruh kawasan Batamindo.

“Untuk menghindari adanya kerumunan atau hal yang bisa mengundang kerumunan,” bebernya.

Penjagaan itu menurutnya bukan tidak mengizinkan mengabadikan momen berharga di masa bunga tabebuya bermekaran. Hanya saja pihanya lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan dari para pengunjung itu sendiri.

Diuraikan, setiap harinya lebih dari 60 petugas keamanan selalu standby dari pintu satu Batamindo hingga ke pintu empat Batamindo. Tujuannya untuk bisa memonitor keadaan. “Ini sesuai dengan aturan dari pihak management Batamindo,” terang Yuhenrizal.

Diketahui di kawasan tersebut ada sekira 1.836 pohon yang telah ditanam sejak tahun 1993 lalu. Dengan dua jenis bunga tabebuya yaitu berwarna pink dan putih.

Untuk keseluruhan jenis bunga tabebuya tersebut ada tujuh warna. Di antaranya putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah.

- ADVERTISEMENT -

Yuhenrizal yang telah bekerja di kawasan tersebut sejak 1993 mengaku sangat paham dengan siklus bunga dengan bernama latin Chrysotricha dari negara Brasil tersebut. Kawasan Batamindo merupakan satu-satunya tempat di Batam yang menanam pohon tersebut.

Meski selalu bermekaran di setiap tahunnya, ada masa di mana bunga tersebut bermekaran secara maksimal. Sehingga tidak terlihat lagi adanya daun di pohon tersebut. Masa itu, hanya terjadi empat tahun sekali, terakhir kali pada 2019 lalu.

“Mungkin akan terjadi pada tahun 2023 mendatang. Kalau pada masa itu bunganya bisa penuh di setiap ranting, hingga tak tampak lagi daunnya,” sebutnya.

Yuhenrizal menyatakan, bagi masyarakat yang masih berkeinginan besar mengabadikan momen tersebut, bisa melintas di Jalan Protokol di area kawasan Batamindo. Seperti di jalan S Parman dari arah Sungai Beduk ke Simpang Panbil. Serta jalan dari Ahmad Yani dari pintu satu Batam hingga ke Simpang Panbil. Karena di jalan tersebut masih banyak pohon bunga Tabebuya yang bermekaran.

Dari pantauan Intren.id saat berada di lapangan, hanya ada beberapa pengguna jalan yang menyempatkan diri untuk berswafoto. Seperti para karyawan yang pulang bekerja dari perusahaan di area kawasan tersebut.

Salah satunya yang mengabadikan momen itu adalah Japar (26), karyawan Panbil Industri. Dia menyempatkan diri bersama rekannya berswafoto di tepi jalan Ahmad Yani di sore hari.

Pria yang belum lama tinggal di Batam itu bertutur, bunga tabebuya tersebut menjadi salah satu ikon untuk Batam di bidang wisata alam. Ikon ini menurutnya sangat menarik karena tidak setiap saat bisa dinikmati.

“Saya tinggal di Batam kurang dari setengah tahun. Ini kali pertamanya bisa menikmati pemandangan bunga tabebuya secara langsung. Biasanya cuma dari posting-an teman di media sosial,” ungkap Japar.

Dia sejatinya mengkhawatirkan penularan virus corona baru (Covid-19) yang kini tengah terjadi di Batam. Namun hal yang langka seperti mekarnya bunga tabebuya ini sayang untuk dilewatkan. Apalagi masih ada yang antusias mengabadikan momen, walaupun tidak seramai seperti informasi yang didengarnya.

“Kalau untuk safety, kami selalu gunakan masker. Buat jaga kesehatan diri dan juga mematuhi imbauan dari pemerintah,” ujar Japar yang baru saja melakukan kegiatan sosial pembagian masker kain kepada para pengguna jalan yang melintas di Simpang Panbil.

“Alhamdulillah, kami bersama Remaja Islam Masjid Baitussalam membagikan 498 masker kain. Semoga bisa membantu untuk menjaga kesehatan masyarakat Batam,” harapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.