Perbaiki Infrastruktur Demi Kesejahteraan Masyarakat, Prioritas Mahyunadi-Kinsu Membangun Kutim

INTREN.ID, SANGATTA – Buruknya infrastruktur menjadi isu paling hangat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga saat ini. Pasalnya, kabupaten yang terletak di tengah Bumi Mulawarman itu tergolong sebagai daerah kaya. Memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) besar.

Menurut data dari Pemkab Kutim, kondisi jalan di Kutim 31 persen beraspal, 15 persen jalan beton, dan 54 persen belum diaspal atau dibeton. Sementara dilihat dari kondisi, jalan yang kondisinya baik hanya sepanjang 125,42 kilometer, rusak sedang 442,95 kilometer, rusak ringan 171,49 kilometer, dan rusak berat sepanjang 365,89 kilometer.

Buruknya infrastruktur diduga menjadi penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan di kabupaten beralias Tuah Bumi Untung Benua itu. Masih berdasarkan data Pemkab Kutim, angka kemiskinan Kutim naik dari 33.024 orang pada 2018, menjadi 35.310 orang pada tahun 2019. Jika dipresentasikan, angka kemiskinan meningkat 0,26 persen, dari 9,22 persen di 2018 menjadi 9,48 persen pada 2019.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu punya segudang pekerjaan rumah (PR) yang menanti tatkala menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi calon nomor urut satu tersebut, demi mewujudkan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

“Kepentingan umum yang paling utama adalah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat adalah infrastruktur. Baik infrastruktur jalanan dari kabupaten ke kecamatan-kecamatan, maupun infrastruktur di wilayah perkotaan, maupun infrastruktur jalan penghubung dari kecamatan dan ke desa. Maupun infrastruktur jalan-jalan usaha tani masyarakat, yang semuanya harus segera diperbaiki di Kutai Timur ini,” kata Mahyunadi saat rapat besar di Hotel Mesfa, Sangatta, Senin (30/11/2020) malam lalu.

Apa yang disampaikan Mahyunadi merupakan pengejawantahan dari tujuan negara yang termaktub dalam aliena keempat, pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945, untuk memajukan kesejahteraan umum.

Infrastruktur memang menjadi prioritas utamanya bersama H Kinsu saat memimpin Kutim. Mengunjuni desa-desa di Kutim, Mahyunadi-Kinsu terus menerima keluhan terkait infrastruktur. Di samping juga aspirasi lain seperti pendidikan, kesehatan, pemerintah, dan lainnya.

“Gedung-gedung kesehatan, listrik, air minum, air bersih, semua harus diberikan dengan baik. Fasilitas-fasilitas penunjang lainnya untuk memajukan kesejahteraan umum juga harus kita diperbaiki,” sambung ketua DPRD Kutim 2014-2019.

Tak sekadar infrastruktur jalan, listrik, dan air saja. Mahyunadi-Kinsu juga akan memfokuskan pembangunan fasilitas penunjang lainnya. Mulai dari penyelesaian pelabuhan Sangatta yang mangkrak hingga pembangunan bandara.

“Kita harus menyelesaikan segera pelabuhan Sangatta yang telah terbengkalai selama lima tahun. Kita juga harus membuat bandar udara di Sangatta. Sektor-sektor industri lainnya juga harus diperbaiki di Kutai Timur ini. Untuk betul-betul bisa memajukan kepentingan umum di Kutai Timur ini,” tutupnya.

Dengan dukungan dari koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN), semakin memudahkan Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim. Apalagi total dukungan mencapai 23 kursi.

Di samping itu, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim berada dalam gerbong Mahyunadi-Kinsu. Ini semakin mempermudah lobi-lobi pasangan ini ke pusat untuk menuntaskan berbagai proyek strategis nasional yang ada di Kutim. Di tingkat provinsi, partai pengusung Mahyunadi-Kinsu adalah yang terbesar. Bahkan, Gubernur Kaltim Isran Noor adalah ketua Partai Nasdem Kaltim, partai yang mengusung pasangan ini.

Belum lagi dukungan dari partai pendukung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sekadar diketahui, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi adalah ketua Gelora Kaltim.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Anggi Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.