Penyebaran Covid-19 di Kaltim Kian Mengkhawatirkan, Ratusan Orang Terpapar Setiap Harinya

INTREN.ID, SAMARINDA – Wabah Covid-19 masih menjadi momok menakutkan di Kaltim. Untuk itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyebaran dan penularan virus beralias corona itu, sembari menunggu vaksin dikeluarkan pemerintah.

Hal penting ketika vaksin resmi ada di Kaltim dan siap diberikan ke masyarakat. Khususnya para tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat agar tidak takut untuk divaksin.

“Saya dengar ada dokter dan perawat takut divaksin. Jadi, jangan takut untuk divaksin. Yang jelas saat ini kita harus tetap waspada virus Covid,” kata Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Menurut Isran, kewaspadaan ini penting dilakukan, sehingga bersama-sama menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Untuk saat ini, menurutnya, upaya yang paling efektif adalah tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selalu pakai masker, jaga jarak, dan tidak berkerumun serta biasakan cuci tangan.

“Kita tunggu saja vaksinnya. Jika telah mendapatkan legalitas dari BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) pusat, baru diberikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Isran mengajak agar masyarakat tetap menjaga ketahanan tubuh agar selalu sehat, sehingga tidak tertular virus.

Sementara berdasarkan rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (2/1/2021) bertambah 214 kasus. Sehingga total menjadi 27.587 kasus. Sebaran kasus terjadi hampir merata di kabupaten/kota se-Kaltim, kecuali di ibu kota provinsi, Samarinda.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak menerangkan, tambahan kasus terkonfirmasi terjadi di Berau 42 kasus, Kutai Barat (Kubar) tujuh kasus, Kutai Kartanegara (Kukar) 19 kasus, Kutai Timur (Kutim) 23 kasus, Mahakam Ulu (Mahulu) satu kasus, Paser 11, Penajam Paser Utara (PPU) empat kasus, Balikpapan 92 kasus, dan Bontang 15 kasus.

“Dengan tambahan kasus terkonfirmasi hari ini, maka angka kasus terkonfirmasi per 100 ribu penduduk menjadi 741,3 kasus. Dengan positive rate 17,0 dari jumlah kasus yang diperiksa,” terang Andi.

Namun, lanjut dia, hal ini juga diimbangi dengan angka kesembuhan yang cukup baik, yakni 83,8 persen dari jumlah terkonfirmasi. Dengan tambahan 235 kasus, total menjadi 23.126 kasus.

Sebaran kasus sembuh dari Berau 22 kasus, Kubar 32 kasus, Kukar 20 kasus, Kutim 44 kasus, Paser 14 kasus, PPU empat kasus, Balikpapan 52 kasus, Bontang 34 kasus, dan Samarinda 13 kasus.

“Pemerintah terus berusaha untuk memberikan pelayanan dan perawatan terbaik hingga pasien terkonfirmasi bisa sembuh, kembali ke keluarga dan lingkungannya. Kepada masyarakat hendaknya bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Kurangi kegiatan di luar rumah dan hindari kerumunan. Serta berdoa agar kita semua terhindar dari penularan virus corona ini, dan pandemi ini segera selesai,” jelasnya.

Sementara, pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia kembali bertambah sebanyak empat kasus, sehingga total menjadi 759 kasus. Adapun sebarannya, Kukar satu kasus, Bontang satu kasus, dan Balikpapan dua kasus.

“Sekali lagi jangan lengah. Tetap optimistis dan disiplin diri dalam menghadapi Covid-19. Mari kita jaga diri dan jaga sesama,” pungkasnya. (***)

Editor: Guntur Marcista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.