Penipuan Berkedok Jual Beli Online Marak, Polres Bontang Catat Sudah 70 Kasus

INTREN.ID, BONTANG – Kejahatan di dunia maya atau cyber crime juga terjadi pada kegiatan jual beli online. Saat ini kasus berupa penipuan tersebut marak terjadi. Tercatat di Bontang saja hingga saat ini sudah ada 70 kasus penipuan yang dilaporkan ke kepolisian.

Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena mengatakan, tindak kejahatan jenis ini dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Kata dia, kebanyakan korbannya adalah yang melakukan transaksi barang lewat online atau ponsel. Dan belum saling mengenal serta tidak pernah bertemu antara satu dengan yang lainnya.

Beberapa modus penipuan yang dipakai seperti mengklaim produk yang dijualnya original dengan tampilan foto produk meyakinkan dan harganya lebih murah dari harga pada umumnya.

“Ada faktor kurang hati-hati. Misalnya saat menggunakan media sosial, melihat ada barang yang dijual sangat murah langsung nafsu ingin beli. Tidak dicek lagi apakah penjualnya kredibel atau tidak,” ujarnya.

Untuk itu, Kapolres Boyke mengimbau masyarakat, untuk tidak mudah tergiur berbagai iming-iming yang ditawarkan, terlebih saat penjual menawarkan dengan harga yang murah. Selain itu, masyarakat juga harus selektif dan berhati-hati, serta meningkatkan kewaspadaannya saat bertansaksi melalui sistem online (selengkapnya lihat foto).

- ADVERTISEMENT -

“Hal itu untuk mencegah terjadinya penipuan online,” terangnya.

Dari banyaknya pengaduan yang masuk, saat ini jajaran Polres Bontang juga telah melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan fakta bahwa pelaku penipuan kebanyakan menjalankan aksinya dari luar wilayah Bontang, bahkan di luar Kalimantan Timur. Para pelaku kejahatan tersebut melakukan hal ini untuk meraup keuntungan dengan cara menipu si calon pembeli. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.