Pengusaha Kaltim Terjerat Kasus Pajak, Segini Total Nilai Kerugian yang Diderita Negara

INTREN.ID, SAMARINDA – Pengusaha asal Kaltim harus berurusan dengan hukum. Musababnya, yang bersangkutan tidak membayar pajak dalam kurun waktu empat tahun.

Kerugian negara menyentuh angka Rp 2,9 miliar. Pengusaha yang dimaksud berinisial MIF. Dia adalah direktur di sebuah comanditer venotschaap (CV) alias persekutuan komanditer dengan nama perusahaan berinisial BIS.

Kasus itu diungkap oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Samarinda. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (Kakanwil DJP) Kaltim-Kaltara, Samon Jaya mengatakan, pelaku berinisial MIF tak menyetor pajak sejak 2012-2015.

Tersangka MIF melalui perusahaan yang dikelolanya di bidang transportir bahan bakar minyak (BBM) ini terbukti melakukan tindak pidana perpajakan dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan atau keterangan yang isinya tidak benar.

Yakni dengan menggunakan atau mengkreditkan faktur pajak masukan yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya dalam SPT Masa PPN Wajib Pajak.

“Ada tiga hal utama yang selalu kami periksa. Yakni transaksi, pergerakan uang, dan barang dokumen. Karena dari ketiga hal ini kami menemukan ketidaksinkronan makanya kami langsung melakukan pengecekan, baik secara langsung di lapangan,” ungkap Samon kepada awak media.

Dari hasil penyelidikan, penyidik pengawai negeri sipil (PPNS) Kanwil DJP Kaltimtara ini,  petugas berhasil menemukan pelanggaran yang dilakukan tersangka MIF pada pasal 39 ayat (1) huruf d dan pasal 39A huruf a Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU 16/2009 juncto pasal 64 ayat (1) KUP.

“Kemudian proses penyidikannya kami dibantu oleh Kejati (Kejaksaan Tinggi Kaltimtara), sampai saat ini pemberkasannya telah memasuki tahap P21,” imbuhnya.

Akibat perbuatan Tersangka MIF tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara dari sektor perpajakan selama kurun waktu empat tahun sekurang-kurangnya sebesar Rp 2.922.412.500,00.

“Rencananya tersangka akan dilimpahkan dari Kejati ke Kejari (Kejaksaan Negeri Samarinda) untuk mulai persidangannya,” pungkasnya. (***)

 

Sumber: Wayout.id

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.