Pengurus HNSI Kepri Bakal Netral dalam Pilkada 2020, Berharap Nelayan Diperhatikan Kepala Daerah Terpilih

INTREN.ID, BATAM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau (Kepri) mengeluarkan sikap tegas. Yaitu akan bersikap netral pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri 2020.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD HNSI Kepri Suherman setelah melakukan rapat terbatas bersama DPD HNSI di kantor, Sungai Panas, Batam Center, Batam, Rabu (7/10/2020).

Kata dia, kedatangan Awang Herman yang kini menjabat sebagai Ketua DPD HNSI Kepri ke kediaman salah satu cagub kepri sebagai tokoh nelayan di Kota Batam untuk mempererat tali silaturahmi.

Berdasar pada AD/ART organisasi Nasional HNSI, pihaknya akan bersikap netral pada Pilkada Kepri 2020. Dan tidak akan mendukung salah satu kandidat kepala daerah.

“Akan tetapi jika orang perorangan atas nama pribadi, ketua nelayan ataupun kelompok masyarakat nelayan sah-sah saja untuk berkunjung kepada kandidat mana pun. Selagi tidak membawa nama organisasi karena akan melanggar AD/ART yang ada,” ungkapnya.

Lanjut Suherman, pihaknya juga menyampaikan kepada masyarakat khususnya pengurus HNSI yang ada di tujuh Kabupaten/Kota beserta ketua ranting dan anak ranting hingga ketua rukun di wilayah Kepri. Untuk secara bebas menyampaikan hak berdemokrasi nelayan kepada kandidat terbaik.

Di lokasi yang sama, Ketua DPD HNSI Kepri Awang Herman mengungkapkan harapan kepada kepala daerah semoga bisa lebih memperhatikan kepentingan para nelayan.

“Dengan wilayah Kepri di mana 98 persennya adalah lautan, membuat keberadaan nelayan cukup banyak di kawasan Hinterland Kepri. Namun hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kepri belum maksimal memperhatikan para nelayan,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPD HNSI Bidang Sumber daya Manusia Perwira mengungkapkan, selama ini tidak ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi terhadap nelayan. Yang seharusnya bisa mendorong nelayan menjadi nelayan modern.

“Ke depannya, siapapun gubernur yang terpilih, harus mengangkat salah satu pengurus HNSI untuk dijadikan staf khusus yang bisa fokus mengurus permasalahan di masyarakat nelayan. Agar bisa lebih berkembang,” katanya.

- ADVERTISEMENT -

Tak hanya itu, Perwira juga memohon dengan segala hormat kepada gubernur terpilih untuk bisa memperhatikan HNSI perihal anggaran untuk perkembangan organisasi. Dan untuk saat ini kepada ketiga calon gubernur harus mencantumkan visi untuk memajukan masyarakat nelayan Kepri.

“Semoga pemerintah bisa bermitra dengan DPD HNSI agar nelayan maju dan masyarakat bisa sejahtera,” ungkapnya.

Wakil ketua DPD HNSI Kepri Bidang Perikanan Tangkap Eko Fitriandi berharap, ke depannya HNSI melalui pemerintah provinsi bisa menciptakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perikanan. Baik perikanan tangkap, budidaya maupun pengolahan yang diharapakan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena hingga 2020 sektor perikanan dengan wilayah yang mencapai 98 persen lautan salah satu paling kecil (PAD) bila dibandingkan dengan sektor lainnya.

“Nantinya BUMD juga bisa menciptakan Lapangan pekerjaan dengan mengambil kapal-kapal bantuan pemerintah yang telah terbengkalai seperti Kapal Inka Mina,” ucap Eko.

Tak hanya di perikanan tangkap, kata dia ke depannya BUMD diharapkan bisa meluaskan sektor di bidang budidaya. Dengan pembuatan tambak udang dan budidaya kerapu.

Eko juga mengajak seluruh nelayan untuk ikut menyukseskan pilkada 2020. Dengan meluangkan waktu satu hari pada tanggal 9 Desember mendatang, namun dengan tetap mentaati protokol kesehatan.

“Mari berikan hak suara kita kepada para pemimpin yang yang kita anggap terbaik untuk pembangunan Kepri secara keseluruhan,” ajaknya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.