Pengiriman Narkoba via Layanan Ekspedisi Kian Marak, Safaruddin: Harus Ada Langkah Antisipasi

INTREN.ID, SAMARINDA – Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengkhawatirkan. Baru-baru ini, ganja seberat 1 kilogram diamankan di Kota Samarinda. Bahkan, barang haram itu dipesan secara online dan dikirim dengan menggunakan layanan ekspedisi.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin menyoroti kejadian tersebut. Menurutnya, narkoba merupakan persoalan serius yang harus disikapi bersama. Sehingga harus ada langkah bersama untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Bumi Mulawarman.

“Harus ada langkah antisipasi. Modus mengedarkan narkoba beragam. Bahkan pelaku nekat melakukan segala cara untuk mengelabuhi petugas. Fenomena ini harus disikapi bersama,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menambahkan, harus ada kerja sama intensif antara petugas dengan penyedia layanan ekspedisi. Sehingga, berbagai upaya untuk mengirimkan narkoba yang dilakukan oleh pelaku dapat dicegah. Langkah antisipasi harus diperkuat, sejalan dengan upaya penindakan.

“Upaya penindakan harus dibarengi dengan langkah pencegahan. Sehingga peredaran narkoba di Kaltim ini bisa ditekan. Ini penting untuk menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba. Mengingat sasaran dari peredaran narkoba adalah usia produktif,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.