Penggalangan Dana Peduli NTT lewat Jamming Session, Cara Musisi Sangatta Membantu Sesama

INTREN.ID, SANGATTA – Musibah banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad (4/4/2021) menghilangkan ratusan nyawa. Ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Musibah itupun menggerakkan hati musisi Sangatta untuk membantu. Melalui Jamming Session, para musisi menggelar live performance untuk menggalang dana. Jamming Session adalah kegiatan bermain musik bersama-sama.

Bertajuk “Penggalangan Dana Peduli NTT”, acara itu digelar di Kopi Kai, Ahad (11/4/2021). Acara disponsori oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Cyber Speed, dan Kopi Kai.

“Alhamdulillah Jamming Session yang digagas seluruh musisi Kutim ini berlangsung sukses. Hasil dari penggalangan dana tersebut langsung disumbangkan kepada masyarakat NTT yang tertimpa bencana,” kata Marlon Ralepi, mewakili panitia penyelenggara.

Mewakili masyarakat Kutim, khususnya musisi, Marlon menyampaikan duka yang mendalam bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Menurutnya, duka yang dialami masyarakat NTT adalah duka seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kutim.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang menyukseskan acara ini. Termasuk ketua Hipmi Kutim, Bang Ancu (sapaan ketua Hipmi Kutim, Mansyur), pengelola Kopi Kai, rekan-rekan musisi, dan seluruh masyarakat Kutim. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat NTT yang terkena musibah,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, musibah banjir bandang dipicu siklon tropis Seroja terjadi di NTT, Ahad, 4 April 2021. Total korban jiwa akibat siklon Seroja yang menerjang pekan lalu sebanyak 181 jiwa (data Rabu 14 April 2020).

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan musibah yang melanda NTT disebabkan oleh cuaca ekstrem. Selama lima hari dari 30 Maret hingga 4 April, cuaca di wilayah itu memang sangat tidak bersahabat.

Peristiwa ini adalah pertama kali badai siklon berdampak bencana. Biasanya badai siklon di Indonesia tidak sampai ke daratan, hanya terjadi di laut.

Menurut analisis, siklon tropis terjadi mungkin saja karena adanya pemanasan global. Meski baru hipotesis sementara, ada hubungan erat antara meningkatnya suhu air laut dan peristiwa bencana ini.

Suhu muka air laut di wilayah perairan tersebut tercatat mencapai 30 derajat Celsius dari yang semestinya rata-rata sekitar 26 derajat Celsius. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.