Pengadaan Penetralisir Limbah Ternak di Bontang Terpangkas Virus Corona

INTREN.ID, BONTANG – Banyaknya anggaran kegiatan maupun pengadaan barang yang dialihkan untuk penanggulangan virus corona baru (Covid-19) di Bontang tahun ini turut berimbas pada terpangkasnya anggaran untuk pengadaan cairan penetralisir limbah ternak. Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Eddy Foreswanto.

Kata dia, pengadaan cairan penetralisir limbah ternak ini dianggarkan bidang peternakan DKP3 berdasarkan adanya keluhan dan permintaan dari masyarakat. Khususnya mereka yang tinggal di dekat kandang babi. Wilayahnya tersebar di 3 kelurahan meliputi Kanaan, Telihan, dan Kelurahan Belimbing.

“Rata-rata dari warga mengeluhkan karena merebaknya bau limbah ternak hingga ke dalam rumah mereka,” ujarnya belum lama ini.

Keluhan warga ini pun kata Eddy telah diusulkan pula dalam skala prioritas saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Sehingga pihaknya terdorong melakukan pengadaan cairan penetralisir ini dengan harapan para peternak babi bisa rutin melakukan penyemprotan. Agar limbah ternaknya bisa terurai dengan cepat dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

Eddy menyebut, sebelumnya anggaran di APBD murni untuk pengadaan cairan ini sebesar Rp 200 juta. Rencananya jika ada lebih akan disalurkan pula untuk peternak sapi yang ada di Kota Taman. Mengingat aktivitas peternakan di kandang sapi juga turut menimbulkan bau yang tidak sedap bagi warga sekitarnya.

Meskipun terpangkas di APBD murni, namun Eddy menyebut akan mengusulkan kembali pengadaan ini di APBD perubahan mendatang. Sehingga keluhan warga khususnya di tiga kelurahan tadi, bisa segera teratasi tahun ini.

“Yang jelas untuk saat ini kami minta maaf ke warga karena belum bisa merealisasikan akibat anggarannya terpangkas,” jelasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.