Pemotongan Hewan Kurban di Masa New Normal Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

INTREN.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memberikan izin masjid atau musala untuk melakukan pemotongan hewan korban pada Hari Raya Iduladha 1441 H mendatang. Namun di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), proses pemotongan harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengumpulkan para pengurus masjid dan ulama untuk meminta masukan dan saran terkait pelaksanaan ibadah Hari Raya Iduladha 1441 H di Dataran Engku Putri, Batam Center pada Kamis (11/6/2020). Pertemuan ini digelar sebelum nantinya Pemko Batam mengeluarkan edaran terkait Salat Iduladha dan tata cara pemotongan hewan kurban.

“Seharusnya memang di RPH (Rumah Pemotongan Hewan, Red.) lebih mudah dilakukan pengawasan karena di bawah Pemko Batam langsung. Tetapi kalau seluruh hewan kurban semua dipotong di RPH saya kira mungkin tak sanggup, karena jumlahnya ribuan,” kata Rudi.

Karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan ibadah Hari Raya Iduladha 1441 H. Selain itu juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Agama RI. Termasuk juga nantinya akan mengatur apakah salat Iduladha di masjid atau di lapangan.

“Untuk salat nanti melihat perkembangan, karena masih ada sekira dua bulan lagi. Apakah boleh di masjid atau di lapangan nanti akan dilakukan rapat kembali,” ujar Rudi.

Kemudian terkait pemotongan hewan ada beberapa hal yang nantinya akan diatur. Terutama yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Seperti halnya jumlah panitia kurban mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban nantinya akan dibatasi. Sehingga tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

- ADVERTISEMENT -

Yang juga sangat perlu diperhatikan, tempat pemotongan hewan wajib bersih untuk menjaga daging tetap higienis. Dengan cara menempatkan hewan kurban ke semen dan tidak diperbolehkan ke tanah. Serta orang yang memotong hewan kurban juga akan diatur terkait pakaianya atau menggunakan alat pelindung diri.

“Selain itu juga tidak boleh menggunakan penyanitasi tangan. Lebih baik menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir dengan menggunakan sabun. Hal ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sepakat dengan Wali Kota Batam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkarnain Umar juga berpesan agar nantinya masyarakat memperhatikan imbuan yang diberikan. Terlebih saat akan menjalankan protokol kesehatan. Dan saat ini pihaknya juga masih menunggu juknis dari Kementerian Agama RI.

“Masih ada sekira dua bulan, karena itu kami harus mempersiapkan mulai dari sekarang. Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, salah satunya lantai tidak boleh tanah, harus sudah yang semen,” ucap Zulkarnain.

Zulkarnain mengungkapkan jumlah hewan kurban di Batam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2019 lalu jumlahnya sekitar 3.904 hewan atau meningkat sekitar 41 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.