- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Pemkot Bontang Sempat Dihantam Penurunan Anggaran, Neni Komitmen Tak Pangkas Dana Kesejahteraan

INTREN.ID, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengalami ‘badai’ penurunan anggaran di awal kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni. Namun Neni bersikukuh tidak ikut memangkas sejumlah dana kesejahteraan untuk pegawai, pengurus RT, dan pegiat agama yang ada di Kota Taman.

Sebaliknya Neni justru menaikkan dana tersebut lebih besar dari sebelumnya sebagai bentuk komitmen dan kerja nyata. Seperti gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya Rp 2,4 juta, kini menjadi Rp 3,2 juta, atau setara UMR Bontang.

Selain itu insentif Ketua RT juga dinaikkan dari yang sebelumnya Rp 700 ribu menjadi Rp 1 juta. Bahkan kini sekretaris dan bendahara RT juga mendapat insentif. Tidak hanya itu, tenaga honor, ketua, sekretaris, dan bendahara RT diberikan asuransi ketenagakerjaan sehingga mereka mendapat perlindungan jiwa.

“Kesejahteraan harus ditingkatkan. Itulah prinsip Bunda (sapaan Neni, Red.). Meski di awal masa kepemimpinan, Bontang dihantam ‘badai’ penurunan anggaran, namun itu bukan alasan untuk menurunkan dana kesejahteraan,” ungkapnya.

- ADVERTISEMENT -

Neni menuturkan, apabila pengurus RT meninggal, maka ahli warisnya berhak memperoleh Rp 42 juta, dan jika meninggal karena kecelakaan, ahli waris akan menerima Rp 180 juta.

Tak ketinggalan, para ulama, pastor, pendeta, biksu dan pandhita juga memperoleh Rp 1 juta per bulan, dari sebelumnya hanya mendapat Rp 300 ribu per bulan.

“Setiap bulan langsung masuk ke rekening para penggiat agama tersebut. Dulu dana ini hanya bisa diambil tiga bulan sekali,” bebernya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.