Pemkot Bontang Gelar Evaluasi, Putuskan Salat Id Tetap di Rumah

INTREN.ID, BONTANG – Pemkot Bontang kembali melakukan rapat evaluasi pelaksanaan Salat Idulfitri di Pendopo Wali Kota Bontang, Rabu (20/5/2020). Evaluasi dilakukan bersama stakeholder terkait seperti Forkopimda, MUI, Kemenag, tokoh Agama, Diskes, maupun TNI-Polri.

Hasilnya, Pemkot Bontang tetap melarang melakukan salat id di masjid ataupun di lapangan terbuka. Pemkot mengimbau untuk melaksanakannya di rumah saja.

Sebelumnya, pemkot sempat mempertimbangkan kembali hasil dari rapat sebelumnya dan juga banyaknya masukan dari berbagai masyarakat. Sehingga rapat evaluasi ini harus digelar kembali. Sejumlah masukan, saran, dan pendapat pun dilontarkan dalam rapat ini.

Ketua Dewan Masjid Bontang, Bahtiar misalnya, berpendapat jika pelaksanaan salat id tetap dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka, dikhawatirkan langkah pencegahan yang sudah dilakukan semua pihak selama ini akan sia-sia.

“Jangan sampai karena sehari saja, bisa menimbulkan dampak yang lebih besar. Pada intinya kami tetap pada kesepakatan awal, yaitu salat id di rumah,” paparnya.

Senada dengan Dewan Masjid Bontang, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Muhammad Isnaini juga menegaskan bahwa pihaknya tetap pada keputusan awal yakni salat id di rumah.

“Panduan pelaksanaan sudah disediakan lengkap dengan khotbah singkatnya. Jadi bisa digunakan untuk pelaksanaan di rumah,” paparnya.

Sementara itu, dua anggota perwakilan rakyat di DPRD Bontang, yakni Agus Haris dan Bakhtiar Wakkang mengatakan, berdasarkan usulan warga yang mereka tampung, mereka berharap ada kelonggaran terkait salat id berjemaah di masjid. Namun tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

“Salat id tidak lama, paling satu jam. Bandingkan dengan pasar dan pusat perbelanjaan yang ramai,” ujar Agus.

Setelah terjadi diskusi yang cukup panjang, Wali Kota Bontang akhirnya memutuskan untuk tetap tidak melaksanakan salat id di masjid maupun lapangan terbuka. Dia mengimbau untuk melaksanakan salat id di rumah.

Pasalnya, Bontang saat ini masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) dan mengikuti intruksi surat edaran dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyatakan larangan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkumpul.

“Ini demi kebaikan bersama. Kami bukan melarang salat id, tetapi kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan di rumah masing-masing,” tegasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.