Pemko Batam Tak Wajibkan Seragam Baru untuk Peserta Didik

Pahami Kondisi Ekonomi di Tengah Pandemi

INTREN.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memahami akan menurunnya kondisi ekonomi masyarakat, termasuk orang tua calon peserta didik baru akibat pendemi virus corona baru (Covid-19). Hal tersebut ditunjukkan dengan surat edaran dari Wali Kota Batam untuk tidak mewajibkan penggunaan seragam baru bagi peserta didik baru.

Surat Edaran yang dikeluarkan tanggal 8 Mei 2020 tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan, seluruh Kepala Sekolah PAUD, SD/MI, SMP/MTs negeri dan swasta dan juga Ketua Yayasan Penyelenggara Pendidikan yang ada di Kota Batam.

“Kami meminta Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD/MI dan SMP/MTs negeri-swasta, untuk bisa bisa memahami dan menginformasikan hal ini kepada seluruh orang tua calon peserta didik baru yang nanti telah diterima,” ucap Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Sabtu (9/5/2020).

Rudi juga menyampaikan, penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020-2021, baik sekolah negeri atau swasta akan menggunakan sistem online secara penuh.

Hal tersebut menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pihaknya meminta agar sekolah tidak membuka loket pendaftaran yang bisa membuat kerumunan masyarakat.

“Kami harapkan untuk PPDB tahun ini bisa mengikuti protokol kesehatan, untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah,” harap Rudi.

Kata dia, surat edaran yang dikeluarkannya tersebut untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2020. Tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Disebutkan bahwa dinas pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu juga mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 181 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Covid-19. Dengan demikian diharapkan dapat mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.

- ADVERTISEMENT -

“Kami berharap hal ini bisa menjadi perhatian bersama. Baik Sekolah ataupun juga orang tua peserta didik baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Hendri Arulan, menyampaikan pihaknya sudah membagikan surat edaran tersebut kepada para kepala sekolah dan juga pihak yayasan.

Kata Hendri, setelah edaran diterima, masing-masing pimpinan satuan pendidikan diharapkan bisa mengikutinya. Yaitu tidak memaksakan orang tua/wali murid membeli/menggunakan seragam baru untuk sang anak.

Dia menyadari, semua kalangan pasti terdampak akan penyebaran corona ini. Tak hanya menengah ke bawah, tetapi menengah ke atas juga terdampak.

“Maka dari itu, jika ada orang tua yang belum mampu membelikan seragam baru, tentu diperbolehkan menggunakan seragam lama (tingkat pendidikan sebelumnya). Hingga orang tua dirasa mampu untuk membelikan seraga sang anak,” kata Hendri Arulan, saat dihubungi intren.id, Sabtu (9/5/2020).

Tetapi jika ada orang tua yang mampu untuk membelikan seragam baru bagi sang anak, pihaknya tidak mempermasalahkan.

“Tidak apa, jika masih ada siswa SMP baru yang menggunakan seragam SD. Tentunya pihak sekolah akan memaklumi hal tersebut,” ungkapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.