Pemerintah Tetap Gelar FoodStartup Indonesia di Tengah Pandemi

Fasilitasi Pengusaha Kuliner melalui Platform Rintisan

INTREN.ID, JAKARTA – Upaya pemerintah untuk tetap menggerakkan ekonomi di tengan pandemi virus corona baru (Covid-19) terus dilakukan. Sebagaimana yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dengan memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif mengembangkan model bisnis melalui platform untuk pengusaha rintisan (startup).

Adalah FoodStartup Indonesia (FSI) 2020, platform subsektor kuliner yang dikembangkan Kemenparekraf untuk pengusaha kuliner tanah air. FSI 2020 merupakan program kuliner untuk menyaring peserta dalam mengembangkan model bisnis kuliner hingga bertemu investor dan praktisi kuliner.

“Kami ingin membantu para pelaku kuliner di tengah pandemi. Sehingga bisa berkembang tidak hanya sebagai usaha mikro, tetapi bisnis kuliner Indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan hingga go internasional,” urai Plt Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim.

Dijelaskan, banyak bisnis terkena dampak Covid-19. Salah satunya sektor pariwisata, yang memiliki usaha turunan meliputi kuliner seperti restoran hingga suvenir atau oleh-oleh.

Karenanya, Kemenparekraf tengah mempersiapkan beberapa program untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner. Yaitu dengan tetap melaksanakan FSI 2020.

“Sebelumnya program ini akan berlangsung secara roadshow di beberapa kota. Namun karena situasi seperti ini, kami tetap laksanakan secara online,” sebut Hanifah.

Kata dia, sambutan para pelaku kuliner hingga masyarakat terhadap FSI 2020 sangat antusias. Ini terbukti dari peserta yang mendaftar melebihi kuota yang disediakan.

- ADVERTISEMENT -

Kuota yang tersedia untuk seribu peserta. Namun pendaftaran yang dibuka secara umum sejak 20-28 April 2020 sudah menggalang 1.300 peserta dalam acara tersebut.

Hanifah memaparkan, dalam FSI 2020 peserta memperoleh digital tools berupa open acces online education. Untuk mengembangkan bisnisnya, seperti membentuk ekosistem, membuka akses fasilitas, dukungan pemerintah, serta akses pada sumber pembiayaan.

“Setelah melewati sejumlah proses seleksi, nantinya akan ada 100 peserta terpilih yang berhak mengikuti kegiatan Demoday FSI 2020 pada Juli 2020. Tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Pun demikian, terdapat beberapa program lainnya yaitu Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang sudah masuk di tahun ketiga. BIP sendiri akan diluncurkan pada pekan kedua atau ketiga Mei 2020.

BIP Tahun ini diberikan untuk 5 sektor seperti fashion, kriya, animasi, video, dan pariwisata. Lalu BIP yang bersumber dari dana APBN bisa digunakan untuk modal kerja.

“Contoh modal kerja usaha kuliner bisa digunakan untuk membeli mesin oven yang besar, alat pengepakan, hingga bahan baku juga bisa, intinya modal kerja yang terkait dengan bisnisnya,” beber Hanifah. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.