Pemerintah Tak Lagi Umumkan Jumlah Kasus Corona, Masyarakat Diminta Lakukan Ini

INTREN.ID, JAKARTA – Sejak 21 Juli 2020, Pemerintah Indonesia tidak lagi mengumumkan jumlah kasus positif virus corona baru (Covid-19). Masyarakat yang ingin mengetahui data kasus Covid-19 diminta mengakses langsung portal covid19.go.id.

Dalam hal masyarakat diminta jangan melihat angka kasus Covid-19 di Indonesia secara mentah saja. Tetapi juga dapat melihat dan menganalisis lewat definisi laju insidensi. Sebagaimana dipaparkan Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah.

Dijelaskan, laju insidensi adalah total kasus positif Covid-19 dibagi jumlah penduduk di sebuah tempat. Perumpamaannya jika ada dua daerah yang memiliki kasus positif Covid-19 sama namun jumlah penduduknya berbeda, tidak menjadikan suatu daerah mempunyai keadaan yang rentan penularan Covid-19.

“Ini dilihat dari banyaknya penduduk yang tinggal pada daerah tersebut. Misalnya di daerah A dan B jumlah kasusnya sama-sama 50 orang. Tetapi ternyata di daerah A penduduknya 200 orang sedangkan B hanya 120 orang. Bisa dilihat bahwa angka laju insidensi lebih tinggi pada daerah yang jumlah penduduknya lebih sedikit,” beber Dewi.

Kata dia, laju insidensi menjadi salah satu indikator dalam menentukan zonasi daerah terdampak Covid-19. Inilah yang kerap diuraikan sebagai peta zonasi risiko daerah.

Indikator ini dipakai untuk melihat daerah mana saja yang penambahan kasusnya lebih cepat. Sehingga kebijakan dan cara penanganannya bisa potensi penularan yang masih terjadi pada daerah terkait.

“Ini juga menjadi pemantauan yang dilakukan oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan membandingkan laju insidensi pada minggu berikutnya dengan minggu sebelumnya,” terang Dewi.

Pemerintah, lanjutnya, melakukan pemantauan terkait kecepatan laju insidensi pada suatu daerah. Dengan perbandingan kecepatan laju insidensi pada pekan selanjutnya dikurangi laju insidensi pekan sebelumnya. Ini bisa menjadi gambaran bahwa walaupun kasus positifnya meningkat tetapi kecepatan penularan Covid-19 sudah terkendali atau belum.

“Dengan indikator laju insidensi ini, masyarakat tidak hanya terpaku pada jumlah angka saja. Tetapi dapat menganalisis bagaimana suatu daerah dapat mengendalikan penularan Covid-19. Bukan hanya menilai berdasarkan jumlah kasusnya, tetapi bagaimana penanganan dan pengendalian penularan Covid-19,” ungkapnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.