Pemerintah Jamin Anggaran Guru Tak Berkurang di Masa Pandemi

Ada Penyesuaian pada BOS dan TPG

INTREN.ID, JAKARTA – Kabar baik bagi insan pendidikan tanah air. Meski pandemi virus corona baru (Covid-19) terjadi, namun pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjamin tidak ada pengurangan anggaran untuk guru.

Meski begitu, terdapat penyesuaian untuk bantuan operasional sekolah (BOS). Khususnya yang berbasis kinerja sekolah agar insentif yang diberikan lebih tepat sasaran. Sementara BOS reguler yang diperuntukkan mendukung operasional dan afirmasi untuk sekolah di daerah tertinggal tidak mengalami pengurangan.

“Dari tiga jenis alokasi BOS hanya satu saja yang mengalami penyesuaian yakni kinerja,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

BOS kinerja merupakan insentif bagi sekolah yang pengelolaannya baik. Meski berkurang, Primanto menyebut dampak pengurangan BOS kinerja diproyeksikan tidak besar.

Pasalnya pengurangan ini dilakukan dengan cara memperketat kriteria dan syarat bagi sekolah yang akan mendapatkannya. “Jadi, anggaran BOS Kinerja disesuaikan tanpa menghilangkannya,” jelasnya.

Diketahui, pada Perpres 54 Nomor 2020, terdapat penyesuaian anggaran BOS dari Rp 54,3 triliun menjadi Rp 53,4 triliun.

- ADVERTISEMENT -

Begitu juga dengan anggaran tunjangan profesi guru (TPG), penyesuaian alokasinya dilakukan seraya mempertahankan agar para guru tetap menerima penghargaan dan tunjangan. Penyesuaian anggaran TPG dari Rp 53,8 triliun menjadi Rp 50,8 triliun.

Primanto mengatakan, langkah yang dilakukan dengan memperhitungkan sisa dana tunjangan guru tahun 2019 yang masih ada di kas daerah. TPG disesuaikan sebesar Rp 2,98 triliun karena sampai dengan akhir Maret 2020 diketahui masih ada sisa dana tunjangan guru di kas daerah dengan jumlah sama Rp2,98 triliun.

“Cara serupa akan ditempuh untuk menyesuaikan pos-pos lain sehingga mendukung efisiensi,” sebutnya.

Penyesuaian alokasi dalam Perpres 54 tahun 2020 ini diklaim tidak akan mengubah ketersediaan dana tunjangan guru. Karena dalam penyesuaiannya mempertimbangkan jumlah target penerima tunjangan guru seperti yang terdapat dalam data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Primanto menambahkan, anggaran BOS, BOP PAUD, dan BOP Kesetaraan memang mengalami penyesuaian dengan sangat hati-hati. Agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan lain. Penyesuaian memang dilakukan di beberapa pos demi fokus pada penanganan dampak pandemi.

“Beberapa sektor terpaksa harus dikorbankan, tetapi yang jelas bukan pendidikan,” tegas Primanto. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.