Pemerintah Bantah Ada Penunjukan Langsung Mitra Kartu Prakerja

Sebut Mekanismenya melalui Manajemen Pelaksana dan Kementerian

INTREN.ID, JAKARTA – Ramai mencuat dugaan penunjukan langsung kepada mitra dalam program Kartu Prakerja. Lantaran salah satu petinggi mitra kerja sebelumnya diketahui sebagai staf khusus (stafsus) milenial Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi isu ini, pemerintah menegaskan tidak ada penunjukkan langsung kepada delapan mitra dalam program Kartu Prakerja. Dalam hal ini mekanismenya dilakukan melalui kerja sama dengan manajemen pelaksana (PMO) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Jadi jangan diartikan kami langsung tunjuk,” kata Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius dalam diskusi Kartu Prakerja di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Dia menyebut, dalam prosesnya diadakan diskusi dengan pihak-pihak terkait. Meliputi lembaga internasional, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), universitas dan lembaga terkait lainnya.

Ditambahkan Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky, kerja sama dengan delapan mitra itu dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Yang dilakukan setelah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerbitkan aturan.

Peraturan Menko Perekonomian Nomor 3 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui program Kartu Prakerja diundangkan tanggal 27 Maret 2020.

“Kami sudah selesaikan perjanjian kerja sama dengan mitra sekarang kami sudah mulai bertransaksi,” tutur Panji.

Dijelaskan, program kartu Prakerja ini sama dengan bantuan sosial pemerintah lainnya seperti Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Bantuan ini langsung diberikan kepada peserta bukan melalui produsen atau platform digital mitra program ini. Peserta kemudian yang menentukan belanja atau pelatihannya.

“Maka itu tidak ada penunjukan kepada produsen, tidak ada pengadaan barang dan jasa kepada produsen, dalam hal ini platform digital maupun penyedia lembaga pelatihan,” ungkap Panji.

Diketahui, saat ini ada delapan mitra program Kartu Prakerja. Meliputi Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan dari pemerintah yakni Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) Kementerian Ketenagakerjaan. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.