Pelanggaran Kampanye Pilkada Meningkat, Banyak Calon Kepala Daerah Abaikan Protokol Kesehatan

INTREN.ID, JAKARTA – Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) terus berlangsung. Kampanye kandidat dilakukan untuk mendapatkan simpati masyarakat. Kendati demikian, pelanggaran tetap saja terjadi. Salah satunya melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat, hingga hari ke-20 terdapat 605 pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. “Pelanggaran protokol kesehatan terjadi di dua pilkada provinsi dan 78 kabupaten/kota. Kami sudah mengeluarkan 233 peringatan dan membubarkan paksa 35 kegiatan kampanye,” beber ketua Bawaslu RI, Abhan.

Dia menjelaskan, kampanye tatap muka masih menjadi pilihan utama para calon kepala daerah. Kampanye daring yang dianjurkan oleh penyelenggaran dianggap angin lalu.

- ADVERTISEMENT -

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) hingga jaringan internet disebut-disebut sebagai alasan utamanya. Bahkan banyak yang menganggapnya tidak efektif. Itulah yang melatari para kontestan untuk memprioritaskan kampanye tatap muka dengan masyarakat.

Bawaslu mencatat, hingga 15 Oktober lalu, kegiatan kampanye mencapai 25.837 kegiatan. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.