Pelanggan 900 VA di Batam Tak Dapat Diskon Listrik, Kok Bisa?

INTREN.ID, BATAM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keringanan tagihan listrik, sebagai bagian dari mengurangi beban masyarakat Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Stimulus yang diberikan Jokowi adalah pembebasan biaya listrik untuk pelanggan dengan daya listrik 450 volt ampere (VA), serta diskon hingga 50 persen untuk pelanggan bersubsidi 900 VA.

Baca juga: Dari 330 Ribuan Pelanggan di Batam, Cuma 932 Saja yang Gratis Listrik

Keringanan diberikan untuk pembayaran bulan April, Mei, dan Juni. Kendati demikian, kebijakan orang nomor satu di Indonesia itu tidak bisa diterapkan sepenuhnya di seantero negeri.

Melalui rilisnya, Bright PLN Batam menyampaikan bahwa kebijakan Jokowi tidak bisa diimplementasikan sepenuhnya Kota Batam. Pasalnya, pemberian keringanan pembayaran biaya listrik hingga 50 persen, dikhususnya untuk pelanggan bersubsidi 900 VA.

“Sedangkan untuk pelanggan 900 VA di PLN Batam semuanya adalah pelanggan nonsubsidi, sementara kebijakan pemerintah untuk stimulus tarif listrik yang diberikan keringanan biaya 50 persen adalah untuk pelanggan 900 VA bersubsidi. Sehingga kebijakan pemberian keringanan pelanggan bersubdisi 50 persen untuk daya 900VA tidak dapat diimplementasikan di Batam,” ujar Corporate Secretary Bright PLN Batam, Denny Hendra Wijaya dalam rilisnya.

- ADVERTISEMENT -

Bright PLN Batam sendiri merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero). Dalam menjalankan operasinya, perusahaan tersebut tidak pernah disubsidi oleh pemerintah.

Kendati demikian untuk pelanggan 450 VA bersubsidi yang ada di Kota Batam, bakal merasakan penggratisan biaya selama tiga bulan. Tercatat, dari total 330.025 pelanggan Bright PLN Batam, terdapat 932 pelanggan dengan golongan daya rumah tangga 450 VA.

Baca juga: Presiden Jokowi Gratiskan Biaya Listrik selama Tiga Bulan

“Sesuai dengan kebijakan pemerintah tersebut, Bright PLN Batam akan menggratiskan atau membebaskan pembayaran tagihan listrik golongan rumah tangga dengan daya 450 VA selama tiga bulan tagihan listrik, dimulai sejak tagihan bulan April, Mei, dan Juni 2020,” bebernya. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.