Pelabuhan Sepi karena Corona, Penumpang Kapal Berkurang Drastis

Dari Ribuan Jadi Belasan, Tenaga Operasional Terpaksa Dirumahkan

INTREN.ID, BATAM – Kebijakan karantina wilayah atau lockdown yang diterapkan Singapura dan Malaysia dalam mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19) berdampak pada perekonomian Batam. Salah satunya di Pelabuhan Batam, yang tersirat pada penurunan penumpang kapal hingga pengurangan tenaga operasional.

Asisten Manager Pelabuhan Feri Internasional Batam Center Sobri menuturkan, penurunan jumlah trip kapal yang beroperasi menuju Singapura dan Malaysia terjadi cukup signifikan. Penurunan tersebut dirasakan oleh semua pihak.

Kata Sobri, sebelum pandemi terjadi, ada sebanyak 43 trip kapal yang berjalan menuju Malaysia dan 34 trip menuju Singapura. Dengan jumlah penumpang mencapai 8.000 orang. Hal berbeda terjadi ketika Covid-19 merajalela.

“Untuk saat ini, untuk Malaysia hanya melayani 6 trip dan Singapura hanya 3 trip saja. Dengan penumpang hanya belasan orang saja,” kata Sobri, Kamis (9/4/2020).

Untuk ke Malaysia misalnya, masing-masing agen hanya melayani satu kali perjalanan. Meski tidak ada penumpang, kapal tersebut akan tetap berangkat agar para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia dan Singapura tetap bisa kembali ke Indonesia.

Di satu sisi, minimnya kegiatan yang dilakukan membuat pihak pelabuhan mengurangi tenaga operasional sejak bulan lalu. “Kini hanya ada 22 petugas. Kalau sebelumnya kami ada sebanyak 36 orang, sementara ini kami rumahkan,” ungkapnya.

Terkait pencegahan penularan Covid-19, Sobri mengakui bila pihaknya sudah menjalankan protokoler secara penuh. Mulai dari penumpang kapal yang baru tiba, hingga penumpang yang akan memasuki pelabuhan harus diwajibkan menggunakan masker.

“Seluruh petugas sudah kami bekali dengan APD (alat pelindung diri, Red.). Mulai dari masker hingga sarung tangan. Kami juga anjurkan untuk menggunakan baju lengan panjang,” terang Sobri yang menyebut pelabuhan terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi terkait TKI yang kembali masuk ke Indonesia.

SOPIR TAK DAPAT PENGHASILAN

- ADVERTISEMENT -

Penurunan penumpang yang terjadi sejak beberapa waktu lalu, juga sangat berdampak bagi para sopir taksi pangkalan di Pelabuhan Batam Center. Seperti yang disampikan Erwin, salah seorang supir taksi. Erwin yang setiap harinya hanya menggantungkan hidup dari hasil penumpang.

Sejak corona melanda, warga Sengkuang ini sering pulang ke rumah tanpa membawa uang. Bukan kerena tidak bekerja, hanya saja dari pagi hingga malam berlalu, tidak ada penumpang menggunakan jasanya.

“Saya dari pagi sudah di pelabuhan, tetapi hingga jam makan siang belum ada narik (mengantar, Red.) penumpang sama sekali,” katanya.

Penurunan penumpang, ujar Erwin, sudah dirasakan sejak dua bulan lalu. Bila pada hari biasa bisa mengantar hingga lima penumpang dalam satu hari, sementara pada saat pandemi dia hanya bisa mengantarkan satu orang per hari. Malahan dalam dua hari hanya mendapat satu penumpang.

Saat mengantar penumpang dari Singapura dan Malaysia pun Erwin juga khawatir tertular virus corona. Namun demikian, kebutuhan hidup yang lebih mendesak membuatnya terpaksa mengambil semua risiko yang ada.

“Saya hanya antisipasi dengan selalu menggunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan,” bebernya.

“Saya juga berharap kepada pemerintah untuk bisa memberikan sembako untuk bertahan hidup, meskipun karantina wilayah (di Batam) batal untuk dilakukan,” harap Erwin kemudian. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.